:::: MENU ::::
  • Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Ibrahimy

  • Budaya Rokat Madura

  • Pantai Somor Lamat Talango

  • Ainur Rahman AR

  • Pantai Lombang

Selasa, 04 April 2017

KATA PENGANTAR

Hamdan syukran lillah atas segala karunia Allah yang tidak dapat terbilang hanya dengan hitungan jari, karunia nikmat kesehatan serta kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah sederhana ini walaupun banyak rintangan yang merintangi, sholatan wasalaman ‘alaika ya rasulallah semoga senantiasa tersanjungkan kepada sang junjungan putra Abdullah yang senantiasa menjadi sanjungan di sanubari seluruh ummat sepanjang zaman yakni Nabi Agung sang revolusioner islam Muhammad SAW.
Kami ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada teman-teman kami yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini dan tidak lupa pula dosen pengampu mata kuliah metodelogi penelitian kami ucapkan banyak-banyak terimakasih.
Semoga Allah SWT. memberikan balasan yang lebih besar dan menjadi amal sholeh yang dapat diterima oleh Allah SWT.

Dengan kerendahan hati, penulis menerima kritik dan saran yang konstruktif. Akhirnya, tidak ada satupun yang sempurna kecuali Yang Maha Sempurna, Allah SWT.
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pada masa lalu, metode kualitatif dan metode kuantitatif juga sering digunakan sebagai penciri, penanda, dan pembeda antara antropologi dan sosiologi. Kesan tersebut muncul karena masing-masing disiplin ilmu tersebut terus menerus menggunakan metode secara konsisten. Antropologi sering menggunakan metode kualitatif, sedangkan sosiologi hampir selalu menggunakan metode kuantitatif. Asumsi ini didasarkan atas kenyataan bahwa antropologi ingin mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan mengklasifikasikan masyarakat yang masih tradisonal. Hal tersebut seolah-olah menempatkan antropologi dalam posisi memiliki satu pendekatan, yaitu interpretasi atau penafsiran.Sementara itu, sosiologi sudah terlanjur dikenal sering menggunakan metode kuantitatif dan melakukan penelitian terhadap masyarakat modern yang kompleks. Ada kesan bahwa penelitian sosiologis selalu menggunakan metode kuantitatif.
Penelitian kualitatif dan kuantitatif hendaknya tidak dilawankan, melainkan dikontraskan. Kontras ini diperlukan untuk melihat keunggulan dan kelemahannya masing-masing dalam memecahkan masalah dan atau dalam pengembangan teori. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif masing-masing berkembang berdasarkan paradigma tertentu (yang berbeda) yang menjadi acuannya.
Jenis penelitian apa yang harus digunakan, selalu didasarkan pada masalah yang diteliti, bukan ditetapkan jenis penelitiannya dulu baru ditetapkan masalahnya. Hal ini disebabkan karena adanya kenyataan bahwa penelitian itu dilakukan karena ada masalah. Alasan pemilihan suatu metode, tentunya didasarkan pada kesesuaiannya dengan masalah penelitian, tujuan penelitian, sertaprosedur penelitian yang cocok, hasil yang diharapkan, dan kondisi kelompok sasaran atau objek penelitiannya.
B.       Rumusan Masalah
1.      Pengertian penelitian kualitatif dan kuantitatif
2.      Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif
3.      Contoh-contoh judul kualitatif dan kuantitatif
C.      Tujuan Pembuatan Makalah
Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar supaya mahasiswa mengetahui dan bisa membedakan mana penelitian kualitatif dan penelitian kuntitatif

BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Pengertian Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif – Kali ini kita akan membahas apa itu penelitian kualitatif dan kuantitatif lengkap beserta contohnya. Karena mungkin beberapa orang diantara kita masih belum mengetahui akan pengertian kualitatif dan kuantitatif.
Dalam penelitian pada ilmu pendidikan, juga dikenal suatu metode penelitin yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu metode peneltian kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif merupakan suatu metode penelitian secara definisi dan pelaksanaannya saling bertolak belakang. Pengertian dari ke dua metode penelitian tersebut yaitu:
1.       Pengertian penelitian kualitatif
Pengertian Kualitatif adalah metode penelitian yang menekankan pada aspek suatu pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi.
Metode penelitian kualitatif lebih suka menggunakan teknik analisis yang mendalam ( in-depth analysis ). Yaitu mengkaji suatu masalah secara satu persatu, dari kasus perkasus.
Penelitian kualitatif sendiri berfungsi untuk memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.
Karakteristik penelitian kualitatif
a.       Setting/latar alamiah atau wajar dengan konteks utuh (holistik).
b.      instrumen penelitian berupa manusia (human instrument).
c.       Metode pengumpulan data observasi sebagai metode utama.
d.      Analisis data secara induktif.
e.       Proses lebih berperanan penting daripada hasil.
f.       Penelitian dibatasi oleh fokus.
g.      Desain penelitian bersifat sementara.
h.      Laporan bernada studi kasus.
i.        Interpretasi ideografik.
Metode Pengumpulan Data
a.       Pengamatan dengan berpartisipasi (Participant Observation)
b.      Wawancara Mendalam (Indepth Interview)
c.       Penyelidikan Sejarah Hidup (Life Historical Investigation)
d.      Analisis Konten (Content Analysis)
2.       Pengertian Metodelogi Kuantitatif
Penelitian Kuantitatif adalah metode penelitian yang lebih menekan pada aspek pengukuran dengan cara yang obyektif terhadap fenomena social. Untuk bisa melakukan pengukuran, pada setiap fenomena sosial di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indikator.
Setiap variable yang ditentukan dan diukur dengan memberikan symbol-symbol dan angka yang berbeda – beda sesuai dengan kategori pada informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan symbol-symbol atau angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik bisa di lakukan sehingga bisa menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter.
B.       Perbedaan Penelitian Kualitatif Dengan Kuantitatif
Didalam penelitian kualitatif dan kuantitatif banyak sekali hal-hal yang menjadi perbedaan diantara keduannya yaitu antara lain:
1.      Berdasarkan jenis data
Metode kulitatif jenis datanya adalah data kualitatif sedangkan metode kuantitatif jenis datanya adlah data kuantitatif. Data (yang bersifat) Kualitatif merupakan data yang dihasilkan dari cara pandang yang menekankan pada ciri-ciri, sifat dan ’mutu’ obyek (subyek) yang bersangkutan. Berbeda dari data kuantitatif yang bersifat numerik, data kualitatif bersifat non-numerik (kata-kata deskriptif), seperti cantik, tampan, gagap, tampak kurang berpendidikan, reponsif, bagus sekali, lincah, mewakili anak muda zaman sekarang, dan lain-lain.
2.      Berdasarkan tujuan
Penelitian kualitatif bertujuan untuk melakukan penafsiran terhadap fenomena sosial. Metodologi penelitian yang dipakai adalah multi metodologi, sehingga sebenarnya tidak ada metodologi yang khusus. Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan denganfenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial.
3.      Berdasarkan objek penelitian
Metode kualitatif  lebih berfokus pada satu obyek penelitian saja sedangkan metode kuantitatif bisa lebih dari satu obyek penelitian.
4.      Berdasarkan instrumen yang digunakan
Pada metode kuantitatif instrument penelitian yang biasa digunakan adalah angket, kuesioner, atau instrument yang lain. Namun pada metode kualitatif instrument yang digunakan adalah peneliti itu sendiri artinya peneliti sendiri lah yang harus terjun langsung kedalam penelitian agar bisa melihat dan merasakan fakta yang sebenarnya.
5.      Berdasarkan orientasi
Penelitian kualitatif lebih beroreintasi pada proses penelitian sedangkan penelitian kuantitatif lebih berorientasi pada hasil penelitian.
6.      Berdasarkan proses
Metode kuantitatif mengunakan proses deduktif-induktif. sedangkan metode kualitatif adalah induktif
7.      Berdasarkan sifat realitas
Dalam metode kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat positivism, realitas dipandang sebagai suatu yang kongkrit, dapat diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna, dan perilaku, tidak berubah, dapat diukur dan diverivikasi. Dengan demikian dalam metode ini, peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari objek yang diteliti, dan kemudian dapat membuat instrument untuk mengukurnya. Dalam penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau paradigma interpretive, suatu realitas atau objek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah kedalam variabel.
8.      Berdasarkan variabel
Pada netode kualitatif hubungan antara variabel adalah timbal balik atau interaksi. Pada metode kauntitatif lebih kepada sebab akibat.
9.      Berdasarkan penggunaan
Metode kuantitatif digunakan apabila :
a.       Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas.
b.      Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.
c.       Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/ treatment tertentu terhadap yang lain.
d.      Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian.
e.       Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur.
f.       Bila ingin menguji terhadap adanya keragu- raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.
Metode Kualitatif digunakan apabila :
a.       Bila masalah penelitian belum jelas
b.      Untuk memahami makna dibalik data yang tampak.
c.       Untuk memahami interaksi sosial.
d.      Memahami perasaan orang.
e.       Untuk mengembangkan teori.
f.       Untuk memastikan kebenaran data.
g.      Meneliti sejarah perkembangan.
Berdasarkan perbedaan diatas penulis dapat memberikan tabel perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitif
Metode Kualitatif
Metode Kuantitatif
Desain
-          Umum
-          Fleksibel
-          Berkembang, tampil dalam proses penelitian
Desain
-          Spesifik, jelas, terinci
-          Ditentukan secara mantap sejak awal
-          Menjadi pegangan langkah demi langkah
Tujuan
-          Memperoleh pemahaman makna : verstehen
-          Mengembangkan teori
-          Menggambarkan realitas yang kompleks
Tujuan
-          Menunjukkan hubungan antara variabel
-          Mentest teori
-          Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
Teknik Penelitian
-          Observasi, participant observation
-          Wawancara terbuka
Teknik Penelitian
-          Eksperimen, survey, observasi berstruktur
-          Wawancara berstruktur
Instrumen Penelitian
-          Human Instrument
-          Buku Catatan
-          Recording
Instrumen Penelitian
-          Test, angket, wawancara, skala
-          Komputer, Kalkulator

Data
-          Deskriptif
-          Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan responden, dokumen, dll
Data
-          Kuantitatif
-          Hasil pengukuran berdasarkan variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
Sample
-          Kecil
-          Tidak representatif
-          Purposif
Sample
-          Besar
-          Representatif
-          Sedapat mungkin random
Analisis
-          Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
-          Induktif
-          Mencari pola, model, tema
Analisis
-          Pada taraf akhir setelah pengumpulan data selesai
-          Deduktif
-          Menggunakan statistik
Hubungan dengan Responder
-          Empati, akrab
-          Kedudukan sama, setara, jangka lama

Hubungan dengan Responder
-          Berjarak, sering tanpa kontak Langsung
-          Hubungan antara peneliti-subjek jangka pendek
Usulan Desein
-          Singkat
-          Sedikit literatur
-          Pendekatan secara umum
-          Masalah yang diduga relevan
-          Tidak ada hipotesis
-          Fokus penelitian sering ditulis setelah ada data yang dikumpulkan dari lapangan

Usulan Desein
-          Luas dan terinci
-          Banyak literatur yang berhubungan dengan masalah
-          Prosedur yang spesifik dan terinci langkah-langkahnya
-          Masalah diuraikan dan ditujukan kepada fokus tertentu
-          Hipotesis dirumuskan dengan jelas dan ditulis terinci dan lengkap sebelum terjun ke lapangan

C.      Contoh Judul Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif
Penelitian Kualitatif adalah metode penelitian yang lebih untuk difokuskan pada pemahaman fenomena-fenomena sosial dari perspektif partisipan dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lebih lengkap daripada merinci menjadi variabel yang saling terkait.
Contoh Judul Penelitian Kualitatif:
1.      Analisis Peran Kepala Sekolah Dalam Menerapkan Manajemen Mutu Pendidikan
2.      Cara Belajar Siswa SD Dalam Menghadapi Ujian Nasional
3.      Eksploitasi Anak Jalanan
4.      Evaluasi Kebijakan Pendidikan Inklusif
5.      Kebiasaan Membaca Siswa Sekolah Dasar
6.      Kinerja Dan Profesionalisme Guru SD
7.      Kompetensi Guru Dalam Perencanaan Pembelajaran
8.      Metode Pembelajaran Yang Efektif Dalam Membentuk Karakter
9.      Model Pembelajaran Yang Efektif Dalam Pembelajaran
10.  Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Siswa SD
11.  Peran Orang Tua Terhadap Anak Dalam Bidang Akademik
12.  Persepsi Dan Perilaku Merokok Mahasiswa PGSD
13.  Persepsi Masyarakat Terhadap Penggunaan Metode Inkuiri
14.  Pola Belajar Siswa Dalam Menghadapi Ujian Nasional
15.  Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SD
Penelitian Kuantitatif adalah metode penelitan yang bersifat deskriptif dan lebih banyak menggunakan analisis. Penelitan kuantitatif bertujuan mencari hubungan yang menjelaskan sebab-sebab dalam fakta-fakta sosial yang terukur, menunjukan hubungan variabel serta menganalisa.
Contoh Judul Penelitian Kuantitatif:
1.      Hubungan Antara Minat Baca Dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar
2.      Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Prestasi Belajar
3.      Pengaruh Bimbingan Belajar Dan Motivasi Terhadap Prestasi Belajar
4.      Pengaruh Keluarga Dan Minat Baca Dengan Prestasi Belajar
5.      Pengaruh Media Pembelajaran Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar
6.      Pengaruh Metode Pembelajaran Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar
7.      Pengaruh Model Pembelajaran Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar
8.      Pengaruh Motivasi Orang Tua Dan Intensitas Belajar Terhadap Hasil Belajar
9.      Perbandingan Hasil Belajar Antara Pemberian Tugas Kooperatif Dengan Tugas Individu
10.  Perbandingan Metode Pembelajaran Ditinjau Dari Minat Terhadap Hasil Belajar
11.  Perbedaan Metode Kerja Kelompok Dan Pemberian Tugas Individu Terhadap Hasil Belajar
12.  Perbedaan Model Konvensional Dengan Konstruktivisme Terhadap Hasil Belajar
13.  Perbedaan Model Membaca Bawah Atas Dan Interaktif Dalam Pemahaman Membaca
14.  Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Dalam Meningkatan Prestasi Belajar
15.  Perbedaan Pembelajaran Kontekstual dan Konvensional Ditinjau dari Motivasi Belajar
 
BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Pengertian Kualitatif adalah metode penelitian yang menekankan pada aspek suatu pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi.
Penelitian Kuantitatif adalah metode penelitian yang lebih menekan pada aspek pengukuran dengan cara yang obyektif terhadap fenomena social. Untuk bisa melakukan pengukuran, pada setiap fenomena sosial di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indikator.

0 komentar:

Posting Komentar

A call-to-action text Contact us