KATA
PENGANTAR
Hamdan syukran lillah atas segala karunia Allah yang
tidak dapat terbilang hanya dengan hitungan jari, karunia nikmat kesehatan
serta kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah sederhana ini
walaupun banyak rintangan yang merintangi, sholatan wasalaman ‘alaika ya
rasulallah semoga senantiasa tersanjungkan kepada sang junjungan putra Abdullah
yang senantiasa menjadi sanjungan di sanubari seluruh ummat sepanjang zaman
yakni Nabi Agung sang revolusioner islam Muhammad SAW.
Kami
ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada teman-teman kami yang telah membantu
dalam penyelesaian makalah ini dan tidak lupa pula dosen pengampu mata kuliah metodelogi
penelitian kami ucapkan banyak-banyak terimakasih.
Semoga
Allah SWT. memberikan balasan yang lebih besar dan menjadi amal sholeh yang
dapat diterima oleh Allah SWT.
Dengan
kerendahan hati, penulis menerima kritik dan saran yang konstruktif. Akhirnya,
tidak ada satupun yang sempurna kecuali Yang Maha Sempurna, Allah SWT.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada masa lalu, metode kualitatif dan
metode kuantitatif juga sering digunakan sebagai penciri, penanda, dan pembeda
antara antropologi dan sosiologi. Kesan tersebut muncul karena masing-masing
disiplin ilmu tersebut terus menerus menggunakan metode secara konsisten.
Antropologi sering menggunakan metode kualitatif, sedangkan sosiologi hampir
selalu menggunakan metode kuantitatif. Asumsi ini didasarkan atas kenyataan
bahwa antropologi ingin mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan
mengklasifikasikan masyarakat yang masih tradisonal. Hal tersebut seolah-olah
menempatkan antropologi dalam posisi memiliki satu pendekatan, yaitu
interpretasi atau penafsiran.Sementara itu, sosiologi sudah terlanjur dikenal
sering menggunakan metode kuantitatif dan melakukan penelitian terhadap
masyarakat modern yang kompleks. Ada kesan bahwa penelitian sosiologis selalu
menggunakan metode kuantitatif.
Penelitian kualitatif dan kuantitatif
hendaknya tidak dilawankan, melainkan dikontraskan. Kontras ini diperlukan
untuk melihat keunggulan dan kelemahannya masing-masing dalam memecahkan
masalah dan atau dalam pengembangan teori. Metode penelitian kualitatif dan
kuantitatif masing-masing berkembang berdasarkan paradigma tertentu (yang
berbeda) yang menjadi acuannya.
Jenis penelitian apa yang harus digunakan,
selalu didasarkan pada masalah yang diteliti, bukan ditetapkan jenis
penelitiannya dulu baru ditetapkan masalahnya. Hal ini disebabkan karena adanya
kenyataan bahwa penelitian itu dilakukan karena ada masalah. Alasan pemilihan
suatu metode, tentunya didasarkan pada kesesuaiannya dengan masalah penelitian,
tujuan penelitian, sertaprosedur penelitian yang cocok, hasil yang diharapkan,
dan kondisi kelompok sasaran atau objek penelitiannya.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Pengertian
penelitian kualitatif dan kuantitatif
2.
Perbedaan
antara penelitian kualitatif dan kuantitatif
3.
Contoh-contoh
judul kualitatif dan kuantitatif
C.
Tujuan
Pembuatan Makalah
Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar supaya mahasiswa
mengetahui dan bisa membedakan mana penelitian kualitatif dan penelitian
kuntitatif
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Pengertian Penelitian Kualitatif dan
Kuantitatif – Kali ini kita akan membahas apa itu penelitian kualitatif dan
kuantitatif lengkap beserta contohnya. Karena mungkin beberapa orang diantara
kita masih belum mengetahui akan pengertian kualitatif dan kuantitatif.
Dalam penelitian pada ilmu pendidikan, juga
dikenal suatu metode penelitin yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu metode
peneltian kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian kualitatif dan
kuantitatif merupakan suatu metode penelitian secara definisi dan
pelaksanaannya saling bertolak belakang. Pengertian dari ke dua metode
penelitian tersebut yaitu:
1.
Pengertian
penelitian kualitatif
Pengertian Kualitatif adalah metode penelitian
yang menekankan pada aspek suatu pemahaman secara mendalam terhadap suatu
masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi.
Metode penelitian kualitatif lebih suka
menggunakan teknik analisis yang mendalam ( in-depth analysis ). Yaitu mengkaji
suatu masalah secara satu persatu, dari kasus perkasus.
Penelitian kualitatif sendiri berfungsi untuk
memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.
Karakteristik
penelitian kualitatif
a.
Setting/latar
alamiah atau wajar dengan konteks utuh (holistik).
b. instrumen penelitian berupa manusia (human
instrument).
c. Metode pengumpulan data observasi sebagai
metode utama.
d. Analisis data secara induktif.
e. Proses lebih berperanan penting daripada
hasil.
f. Penelitian dibatasi oleh fokus.
g. Desain penelitian bersifat sementara.
h. Laporan bernada studi kasus.
i.
Interpretasi ideografik.
Metode Pengumpulan Data
a. Pengamatan dengan berpartisipasi (Participant
Observation)
b. Wawancara Mendalam (Indepth Interview)
c. Penyelidikan Sejarah Hidup (Life
Historical Investigation)
d. Analisis Konten (Content Analysis)
2.
Pengertian Metodelogi Kuantitatif
Penelitian Kuantitatif adalah metode
penelitian yang lebih menekan pada aspek pengukuran dengan cara yang obyektif
terhadap fenomena social. Untuk bisa melakukan pengukuran, pada setiap fenomena
sosial di jabarkan kedalam beberapa komponen
masalah, variable dan indikator.
Setiap variable yang ditentukan dan diukur
dengan memberikan symbol-symbol dan angka yang berbeda – beda sesuai dengan
kategori pada informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan
menggunakan symbol-symbol atau angka tersebut, teknik perhitungan secara
kuantitatif matematik bisa di lakukan sehingga bisa menghasilkan suatu
kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter.
B. Perbedaan Penelitian Kualitatif Dengan
Kuantitatif
Didalam penelitian kualitatif dan
kuantitatif banyak sekali hal-hal yang menjadi perbedaan diantara keduannya
yaitu antara lain:
1. Berdasarkan jenis data
Metode kulitatif jenis datanya adalah data kualitatif
sedangkan metode kuantitatif jenis datanya adlah data kuantitatif. Data (yang
bersifat) Kualitatif merupakan data yang dihasilkan dari cara pandang yang
menekankan pada ciri-ciri, sifat dan ’mutu’ obyek (subyek) yang bersangkutan.
Berbeda dari data kuantitatif yang bersifat numerik, data kualitatif bersifat
non-numerik (kata-kata deskriptif), seperti cantik, tampan, gagap, tampak
kurang berpendidikan, reponsif, bagus sekali, lincah, mewakili anak muda zaman
sekarang, dan lain-lain.
2.
Berdasarkan
tujuan
Penelitian kualitatif bertujuan untuk melakukan
penafsiran terhadap fenomena sosial. Metodologi penelitian yang dipakai adalah
multi metodologi, sehingga sebenarnya tidak ada metodologi yang khusus. Tujuan
Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model
matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan denganfenomena alam.
Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk
menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan
hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep,
mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam
ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial.
3.
Berdasarkan
objek penelitian
Metode kualitatif
lebih berfokus pada satu obyek penelitian saja sedangkan metode
kuantitatif bisa lebih dari satu obyek penelitian.
4.
Berdasarkan
instrumen yang digunakan
Pada metode kuantitatif instrument penelitian yang biasa
digunakan adalah angket, kuesioner, atau instrument yang lain. Namun pada metode
kualitatif instrument yang digunakan adalah peneliti itu sendiri artinya
peneliti sendiri lah yang harus terjun langsung kedalam penelitian agar bisa
melihat dan merasakan fakta yang sebenarnya.
5.
Berdasarkan
orientasi
Penelitian kualitatif lebih beroreintasi pada proses penelitian sedangkan
penelitian kuantitatif lebih berorientasi pada hasil penelitian.
6.
Berdasarkan
proses
Metode kuantitatif mengunakan proses deduktif-induktif.
sedangkan metode kualitatif adalah induktif
7.
Berdasarkan
sifat realitas
Dalam metode kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat positivism,
realitas dipandang sebagai suatu yang kongkrit, dapat diamati dengan panca
indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna, dan perilaku, tidak
berubah, dapat diukur dan diverivikasi. Dengan demikian dalam metode ini,
peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari objek yang
diteliti, dan kemudian dapat membuat instrument untuk mengukurnya. Dalam
penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau
paradigma interpretive, suatu realitas atau objek tidak dapat dilihat secara
parsial dan dipecah kedalam variabel.
8.
Berdasarkan
variabel
Pada netode kualitatif hubungan antara variabel adalah timbal balik atau
interaksi. Pada metode kauntitatif lebih kepada sebab akibat.
9.
Berdasarkan
penggunaan
Metode kuantitatif digunakan apabila :
a. Bila masalah yang merupakan titik tolak
penelitian sudah jelas.
b. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang
luas dari suatu populasi.
c. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/
treatment tertentu terhadap yang lain.
d. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis
penelitian.
e. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang
akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur.
f. Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-
raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.
Metode Kualitatif digunakan apabila :
a. Bila masalah penelitian belum jelas
b. Untuk memahami makna dibalik data yang tampak.
c. Untuk memahami interaksi sosial.
d. Memahami perasaan orang.
e. Untuk mengembangkan teori.
f. Untuk memastikan kebenaran data.
g. Meneliti sejarah perkembangan.
Berdasarkan perbedaan diatas penulis dapat memberikan tabel
perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitif
|
Metode Kualitatif
|
Metode Kuantitatif
|
|
Desain
-
Umum
-
Fleksibel
-
Berkembang, tampil dalam proses penelitian
|
Desain
-
Spesifik, jelas, terinci
-
Ditentukan secara mantap sejak awal
-
Menjadi pegangan langkah demi langkah
|
|
Tujuan
-
Memperoleh pemahaman makna : verstehen
-
Mengembangkan teori
-
Menggambarkan realitas yang kompleks
|
Tujuan
-
Menunjukkan hubungan antara variabel
-
Mentest teori
-
Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
|
|
Teknik Penelitian
-
Observasi, participant observation
-
Wawancara terbuka
|
Teknik Penelitian
-
Eksperimen, survey, observasi berstruktur
-
Wawancara berstruktur
|
|
Instrumen Penelitian
-
Human Instrument
-
Buku Catatan
-
Recording
|
Instrumen Penelitian
-
Test, angket, wawancara, skala
-
Komputer, Kalkulator
|
|
Data
-
Deskriptif
-
Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan responden, dokumen, dll
|
Data
-
Kuantitatif
-
Hasil pengukuran berdasarkan variabel yang dioperasionalkan dengan
menggunakan instrumen
|
|
Sample
-
Kecil
-
Tidak representatif
-
Purposif
|
Sample
-
Besar
-
Representatif
-
Sedapat mungkin random
|
|
Analisis
-
Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
-
Induktif
-
Mencari pola, model, tema
|
Analisis
-
Pada taraf akhir setelah pengumpulan data selesai
-
Deduktif
-
Menggunakan statistik
|
|
Hubungan dengan Responder
-
Empati, akrab
-
Kedudukan sama, setara, jangka lama
|
Hubungan dengan Responder
-
Berjarak, sering tanpa kontak Langsung
-
Hubungan antara peneliti-subjek jangka pendek
|
|
Usulan Desein
-
Singkat
-
Sedikit literatur
-
Pendekatan secara umum
-
Masalah yang diduga relevan
-
Tidak ada hipotesis
-
Fokus penelitian sering ditulis setelah ada data yang dikumpulkan dari
lapangan
|
Usulan Desein
-
Luas dan terinci
-
Banyak literatur yang berhubungan dengan masalah
-
Prosedur yang spesifik dan terinci langkah-langkahnya
-
Masalah diuraikan dan ditujukan kepada fokus tertentu
-
Hipotesis dirumuskan dengan jelas dan ditulis terinci dan lengkap sebelum
terjun ke lapangan
|
C.
Contoh
Judul Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif
Penelitian
Kualitatif adalah metode penelitian yang lebih untuk difokuskan pada pemahaman
fenomena-fenomena sosial dari perspektif partisipan dengan lebih menitik
beratkan pada gambaran yang lebih lengkap daripada merinci menjadi variabel
yang saling terkait.
Contoh Judul Penelitian Kualitatif:
1. Analisis Peran Kepala Sekolah Dalam Menerapkan
Manajemen Mutu Pendidikan
2. Cara Belajar Siswa SD Dalam Menghadapi Ujian
Nasional
3. Eksploitasi Anak Jalanan
4. Evaluasi Kebijakan Pendidikan Inklusif
5. Kebiasaan Membaca Siswa Sekolah Dasar
6. Kinerja Dan Profesionalisme Guru SD
7. Kompetensi Guru Dalam Perencanaan Pembelajaran
8. Metode Pembelajaran Yang Efektif Dalam
Membentuk Karakter
9. Model Pembelajaran Yang Efektif Dalam
Pembelajaran
10. Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Siswa SD
11. Peran Orang Tua Terhadap Anak Dalam Bidang
Akademik
12. Persepsi Dan Perilaku Merokok Mahasiswa PGSD
13. Persepsi Masyarakat Terhadap Penggunaan Metode
Inkuiri
14. Pola Belajar Siswa Dalam Menghadapi Ujian
Nasional
15. Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar
Siswa SD
Penelitian Kuantitatif adalah metode penelitan
yang bersifat deskriptif dan lebih banyak menggunakan analisis. Penelitan
kuantitatif bertujuan mencari hubungan yang menjelaskan sebab-sebab dalam
fakta-fakta sosial yang terukur, menunjukan hubungan variabel serta
menganalisa.
Contoh Judul Penelitian Kuantitatif:
1. Hubungan Antara Minat Baca Dan Motivasi
Terhadap Hasil Belajar
2. Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Prestasi
Belajar
3. Pengaruh Bimbingan Belajar Dan Motivasi
Terhadap Prestasi Belajar
4. Pengaruh Keluarga Dan Minat Baca Dengan
Prestasi Belajar
5. Pengaruh Media Pembelajaran Dan Kecerdasan
Emosional Terhadap Hasil Belajar
6. Pengaruh Metode Pembelajaran Dan Kecerdasan
Emosional Terhadap Hasil Belajar
7. Pengaruh Model Pembelajaran Dan Minat Belajar
Terhadap Hasil Belajar
8. Pengaruh Motivasi Orang Tua Dan Intensitas
Belajar Terhadap Hasil Belajar
9. Perbandingan Hasil Belajar Antara Pemberian
Tugas Kooperatif Dengan Tugas Individu
10. Perbandingan Metode Pembelajaran Ditinjau Dari
Minat Terhadap Hasil Belajar
11. Perbedaan Metode Kerja Kelompok Dan Pemberian
Tugas Individu Terhadap Hasil Belajar
12. Perbedaan Model Konvensional Dengan
Konstruktivisme Terhadap Hasil Belajar
13. Perbedaan Model Membaca Bawah Atas Dan
Interaktif Dalam Pemahaman Membaca
14. Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Dalam
Meningkatan Prestasi Belajar
15. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual dan
Konvensional Ditinjau dari Motivasi Belajar
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pengertian Kualitatif adalah metode penelitian
yang menekankan pada aspek suatu pemahaman secara mendalam terhadap suatu
masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi.
Penelitian Kuantitatif adalah metode
penelitian yang lebih menekan pada aspek pengukuran dengan cara yang obyektif
terhadap fenomena social. Untuk bisa melakukan pengukuran, pada setiap fenomena
sosial di jabarkan kedalam beberapa komponen
masalah, variable dan indikator.





0 komentar:
Posting Komentar