MAKALAH
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
“Konsep Agama Dalam Islam”
Dosen
Pembimbing : Bpk. Muhammad Ikhwan M.HI
Oleh :
Ainor Rahman
Ahmad Khofi
Muhajir
Ahmad
Mudzakkir Khatib
AKADEMI
MENEJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER IBRAHIMY
TAHUN 2016
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................................................................... I
Daftar Isi............................................................................................................................. II
BAB I :
PENDAHULUAN................................................................................................ 1
A.
Latar Belaang Masalah.................................................................................... 1
B.
Tujuan Pembahasan......................................................................................... 1
BAB II :
PEMBAHASAN................................................................................................. 2
A.
Pengertian Agama........................................................................................... 2
B.
Macam Agama................................................................................................. 3
C.
Sumber Ajaran Islam....................................................................................... 7
D.
Peran Agama Dalam Kehidupan Sehari-Hari.................................................. 8
BAB III :
KESIMPULAN................................................................................................. 11
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Konsep Agama Dalam Islam ini dengan baik meskipun banyak kekurangan
didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Muhammad Ikhwan M.HI
selaku Dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang telah memberikan tugas ini
kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai konsep beragama dalam era moderen saat
ini. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun
dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
Jazakumullahukhoiron
Sukorejo, 21 Oktober 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Agama yang pada hakekatnya adalah keyakinan akan adanya Tuhan yang tidak
bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, maka sangat perlu dipahami secara
seksama oleh setiap manusia.Dalam uraian ini akan kemukakan pengertian agama,
hubungan agama dengan manusia, manfa’at agama, klasifikasi agama,dan agama
Islam.Agama merupakan kebutuhan (fitrah) manusia. Berbagai pendapat mengenai
kefitrian agama ini dapat dikaji pada beberapa pemikiran.
B. Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan dari
pembahasan ini ialah untuk memenuhi tugas yang dipercayakan oleh dosen pembimbing
kepada kami, selanjutnya pembahasanya mengenai tentang pengertian agama, macam
agama, sumber ajaran islam, dan peran agama dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Agama
Secara etimologis kata agama berasal dari bahasa sanskerta. Kata ini
tersusun dari kata A dan Gama. A yang berarti tidak dan sedangkan Gama berarti berjalan atau berubah. Jadi
agama berarti tidak berubah. Demikian juga menurut H. Muh. Said. sejalan
pendapat itu Harun Nasution juga mengemukakan, bahwa agama berasal dari bahasa
Sanskrit. Menurutnya, satu pendapay mengatakan bahwa kata itu tersusun dari dua kata
yaitu A = tidak, dan Gama = Pergi. Dengan demikian agama berarti
tidak pergi atau tetap di tempatnya.
K.H. Taib Abdul Muin, juga memeberi pendapat bahwa kata agama berasal dari
bahasa sanskerta, yang mana A berarti tidak, dan Gama berarti kocar
kacir. Jadi agama berarti tidak
kocar kacir, dalam artian agama itu teratur.
Sementara
itu K.H. Zainal Arifin Abbas dan Sidi Gazalba , berpendapat bahwa
istilah agama dan religi serta Al Din itu berbeda-beda antara satu
dan lainnya. Masing-masing mempunyai pengertian sendiri. Lebih jauh lagi,
Gazalba menjelaskan bahwa Al-din lebih luas pengertian nya dari pada pengertian
agama dan religi. Agama dan religi hanya berisi ajaran yang menyangkut aspek hubungan antara
manusia dan tuhan saja. Sedangkan al-din berisi dan memuat ajaran yang mencakup
aspek hubungan antara manusia dan tuhan dan hubungan sesama manusia.
Sedangkan secara istilah pengertian agama, tidak ada pengertian agama itu
yang benar benar memuaskan, oleh karena keragama agama itu sendiri. Sehubungan
dengan itu pengertian yang akan dibentangakan berikut ini adalah beberapa
pendapat dari pakar yang sudah barang tentu menurut sudut pandang mereka
masing-masing. Beberapa
defenisi pengertian agama yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Frazer berpendapat
bahwa agama adalah sebagai perdamain atu tindakan mendamaikan dari kuasa-kuasa
atas kepada manusia yang mana dipercayai mengatur dan mengonrol alam raya dan
kehidupan manusia.
Kemudian
Malfijt mengemukakan bahwa agama adalah system interaksi kepercayaan dan
perbuatan yang didasarkan atas adapt-istiadat (kebudayaan) suatu masarakat yang
secara bersama-sama percaya kepada kuasa supernatural yang suci.
Sementara itu Taib Thahir Abdul Mu’in mengemukakan
pengertian agama sebagai suatu peraturan Tuhan yang mendorong jiwa seseorang
yang memepunyai akal untuk dengan kehendak dan pilihannya sendidri mengikuti
peraturan tersebut, guna mencapai kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat.
B.
Macam Agama
Agama yang ada
di dunia ada dua jenis yaitu:
1. Agama Samawi
Adalah agama yang turun dari langit seperti majusi,
yahudi, nasrani dam islam
2. Agama Ardhi
Adalah agama yang diciptakan oleh manusia seperti
budha, hindu, konghuchu
a. Agama Hindu
Agama Hindu
(Bahasa Sanskerta: Sanātana Dharma "Kebenaran Abadi"), dan
Vaidika-Dharma ("Pengetahuan Kebenaran"). Agama ini diperkirakan
muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia
yang masih bertahan hingga kini. Agama ini merupakan agama ketiga terbesar di
dunia setelah agama Kristen dan Islam Penganut agama Hindu sebagian besar
terdapat di anak benua India. Di sini terdapat sekitar 90% penganut agama ini.
Agama ini pernah tersebar di Asia Tenggara sampai kira-kira abad ke-15, lebih
tepatnya pada masa keruntuhan Majapahit.
Pada masa
sekarang, mayoritas pemeluk agama Hindu di Indonesia adalah masyarakat Bali,
selain itu juga yang tersebar di pulau Jawa,Lombok, Kalimantan (Suku Dayak
Kaharingan), Sulawesi (Toraja dan Bugis - Sidrap).
b. Agama Buddha
Agama
Buddha (Bahasa Sansekerta berarti. Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahan
sejati. dari perkataan Sansekerta: "Budh", untuk mengetahui)
merupakan gelar kepada individu yang menyadari potensi penuh mereka untuk
memajukan diri dan yang berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer,
ia sering digunakan untuk merujuk Siddharta Gautama, guru agama dan pendiri
Agama Buddha (dianggap "Buddha bagi waktu ini"). Dalam penggunaan
lain, ia merupakan tarikan dan contoh bagi manusia yang telah sadar.
Tiga jenis
golongan Buddha adalah: Samma-Sambuddha yang mendapat Kesadaran penuh tanpa
guru, hanya dengan usaha sendiri Pacceka-Buddha atau Pratyeka-Buddha yang menyerupai
Samma-Sambuddha, tetapi senantiasa diam dan menyimpan pencapaian Dharma pada
diri sendiri. Savaka-Buddha yang merupakan Arahat (pengikut kesadaran), tetapi
mencapai tahap Kesadaran dengan mendengar Dhamma.
Kitap Suci
agama Buddha adalah Tripitaka.
1. Vinaya
Pittaka, isinya aturan-aturan sangha untuk biksu atau biksuni.
2. Sutra
Pittaka, isinya tentang wacana-wacana Buddha.
3.
Abhidharma Pittaka, isinya tentang penjelasan sistematis atau ilmu
pengetahuan
dari Buddha.
c. Agama Kristen Katolik
Kata
Katolik sebenarnya bermakna "universal" atau "keseluruhan"
atau "umum" (dari ajektiva Bahasa Yunani (katholikos)) yang
menggambarkan sifat gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus. Setelah Reformasi
Protestan istilah Katolik atau 'Katolisisme kemudian secara spesifik menunjuk
pada gereja Katolik Roma untuk membedakan dengan Kristen Protestan yang dimulai
oleh aksi protes Martin Luther. Di Indonesia, pemerintah mengakui agama Kristen
Protestan (Kristen) dan Kristen Katolik (Katolik) sebagai agama yang terpisah
meskipun keduanya sebenarnya merupakan agama yang sama-sama berpusat pada Yesus
Kristus, akibatnya kata Katolik seringkali dianggap di luar/berbeda dengan
Kristen. Gereja Katolik Roma yang membawahi gereja Katolik seluruh dunia adalah
sebuah gereja Kristen yang berawal dari Yerusalem dan yang berada dalam
kesatuan penuh dengan keuskupan Romawi (penerus rasul Petrus, Paus pertama).
Gereja
Katolik mengajarkan bahwa Yesus Kristus menginstitusikan tujuh sakramen, tidak
lebih dan tidak kurang, baik menurut Kitab Suci maupun Tradisi Suci dan sejarah
Gereja. Adapun sakramen yang diakui oleh Gereja Katolik Roma sebagai berikut:
Baptis Penguatan/Krisma, Ekaristi, Pengakuan dosa, Pengurapan orang sakit,
Imamat Pernikahan Dalam ajaran Katolik, sakramen adalah berkat penyelamatan
khusus yang oleh Yesus Kristus diwariskan kepada gereja. Santo Agustinus
menyebut sakramen sebagai "tanda kelihatan dari rahmat Allah yang tidak
kelihatan".
d. Agama Kristen Protestan
Protestan
adalah sebuah mazhab dalam agama Kristen. Mazhab atau denominasi ini muncul
setelah protes Martin Luther pada tahun 1517 dengan 95 dalil nya.Kata Protestan
sendiri diaplikasikan kepada umat Kristen yang menolak ajaran maupun otoritas
Gereja Katolik. Aras Gereja Protestan Gereja Protestan di Indonesia terdiri
dari beberapa aras, yakni:
Persekutuan
Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)
Persekutuan
Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII)
Persekutuan
Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI)
Persekutuan
Baptis Indonesia (PBI)
Persekutuan
Gereja-Gereja Mandiri Indonesia (PGMI) Bala Keselamatan (BK)
Kitabnya
adalah Al-kitab.
e. Agama Kong Hu Cu
Ajaran
Konfusianisme atau Kong Hu Cu (juga: Kong Fu Tze atau Konfusius) dalam bahasa
Tionghoa, istilah aslinya adalah Rujiao yang berarti agama dari orang-orang
yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur. Agama Khonghucu juga
mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut
"Ren Dao" dan bagaimana kita melakukan hubungan dengan Sang
Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah
"Tian" atau "Shang Di".
Berdasarkan
kitab Zhong Yong agama adalah bimbingan hidup karunia Tian/Tuhan Yang Maha Esa
(Tian Shi) agar manusia mampu membina diri hidup didalam Dao atau Jalan Suci,
yakni "hidup menegakkan Firman Tian yang mewujud sebagai Watak Sejati,
hakikat kemanusiaan". Hidup beragama berarti hidup beriman kepada Tian dan
lurus satya menegakkan firmanNya.
Ajaran falsafah ini diasaskan oleh Kong Hu Cu yang dilahirkan pada tahun 551 SM Chiang Tsai yang saat itu berusia 17 tahun. Seorang yang bijak sejak masih kecil dan terkenal dengan penyebaran ilmu-ilmu baru ketika berumur 32 tahun, Kong Hu Cu banyak menulis buku-buku moral, sejarah, kesusasteraan dan falsafah yang banyak diikuti oleh penganut ajaran ini. Beliau meninggal dunia pada tahun 479 SM.
Ajaran falsafah ini diasaskan oleh Kong Hu Cu yang dilahirkan pada tahun 551 SM Chiang Tsai yang saat itu berusia 17 tahun. Seorang yang bijak sejak masih kecil dan terkenal dengan penyebaran ilmu-ilmu baru ketika berumur 32 tahun, Kong Hu Cu banyak menulis buku-buku moral, sejarah, kesusasteraan dan falsafah yang banyak diikuti oleh penganut ajaran ini. Beliau meninggal dunia pada tahun 479 SM.
Mengangkat
Kongcu Konfusius sebagai salah satu nabi Menetapkan Litang (Gerbang Kebajikan)
sebagai tempat ibadah resmi, namun dikarenakan tidak
banyak
akses ke litang, masyarakat umumnya menganggap klenteng sebagai tempat ibadah
umat Khonghucu.
Menetapkan Sishu
Wujing sebagai kitab suci resmi yang berisi :
1. Kitab
Sanjak Suci = Shi Jing
2. Kitab
Dokumen Sejarah = Shu Jing
3. Kitab
Wahyu Perubahan = Yi Jing
4. Kitab
Suci Kesusilaan = Li Jing
5. Kitab
Chun-qiu = Chunqiu Jing
Menetapkan
tahun baru Imlek, sebagai hari raya keagamaan resmi
Kalender Imlek terbukti di buat oleh Nabi Khongcu (Konfusius). Nabi Khongcu mengambil sumbernya dari penangalan dinasti Xia (2200 SM) yang sudah di tata kembali oleh Nabi Khongcu.
Kalender Imlek terbukti di buat oleh Nabi Khongcu (Konfusius). Nabi Khongcu mengambil sumbernya dari penangalan dinasti Xia (2200 SM) yang sudah di tata kembali oleh Nabi Khongcu.
f. Agama Islam
Islam
(Arab: al-islām,: "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang
mengimani satu Tuhan, yaitu Allah SWT. Agama ini termasuk agama Samawi
(agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan
termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Kata Islam merupakan penyataan kata nama
yang berasal dari akar triliteral s-l-m, dan didapat dari tata bahasa bahasa
Arab Aslama, yaitu bermaksud "untuk menerima, menyerah atau tunduk."
Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada Tuhan, dan
penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya,
dan menghindari politheisme.
Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin ("dua kalimat persaksian"), yaitu "Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah" — yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah". Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mewahyukan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW, Penutup segala Nabi Allah (khataman-nabiyyin), dan menganggap bahwa al-Qur'an dan Sunnah (kata dan amalan Nabi Muhammad SAW) sebagai sumber fundamental Islam. Umat Islam juga meyakini Al-Qur'an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara Malaikat Jibril yang sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (QS al-Baqarah:2). Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan Al-Qur'an hingga akhir zaman.
Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin ("dua kalimat persaksian"), yaitu "Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah" — yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah". Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mewahyukan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW, Penutup segala Nabi Allah (khataman-nabiyyin), dan menganggap bahwa al-Qur'an dan Sunnah (kata dan amalan Nabi Muhammad SAW) sebagai sumber fundamental Islam. Umat Islam juga meyakini Al-Qur'an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara Malaikat Jibril yang sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (QS al-Baqarah:2). Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan Al-Qur'an hingga akhir zaman.
C.
Sumber Ajaran Islam
Agama Islam memiliki
aturan–aturan sebagai tuntunan hidup kita baik dalam berhubungan sosial dengan
manusia (hablu minannas) dan hubungan dengan sang khaliq Allah SWT (hablu
minawallah) dan tuntunan itu kita kenal dengan hukum Islam atau syariat
Islam atau hukum Allah SWT. Sebelum kita lebih jauh membahas mengenai
sumber-sumber syariat Islam, terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi
dari hukum dan hukum Islam atau syariat Islam. Hukum artinya menetapkan sesuatu
atas sesuatu atau meniadakannya. Menurut ulama usul fikih, hukum adalah
tuntunan Allah SWT (Alquran dan hadist) yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf
(orang yang sudah balig dan berakal sehat), baik berupa tuntutan,
pemilihan, atau menjadikan sesuatu sebagai syarat, penghalang, sah, batal,
rukhsah (kemudahan) atau azimah.
Melalui penjelasan singkat mengenai pengertian hukum tadi barulah kita
mengerti pengertian hukum Islam. Yang dimaksud sebagai sumber hukum Islam ialah
segala sesuatu yang dijadikan dasar, acuan, atau pedoman syariat Islam. Pada
umumnya para ulama fikih sependapat bahwa sumber utama hukum Islam
adalah Alquran dan hadist. Dalam sabdanya Rasulullah SAW bersabda,
“Aku
tinggalkan bagi kalian dua hal yang karenanya kalian tidak akan tersesat
selamanya, selama kalian berpegang pada keduanya, yaitu Kitab Allah (Alquran)
dan sunahku (Hadis).” (H.R. Al Baihaqi)
dan disamping itu pula
para ulama fikih menjadikan ijtihad sebagai salah satu dasar hukum Islam,
setelah Alquran dan hadist.
Seluruh hukum produk
manusia adalah bersifat subjektif, hal ini karena keterbatasan manusia dalam
ilmu pengetahuan yang diberikan Allah SWT mengenai kehidupan dunia dan
kecenderungan untuk menyimpang, serta menguntungkan penguasa pada saat
pembuatan hukum tersebut, sedangkan hukum Allah SWT adalah peraturan yang
lengkap dan sempurna serta sejalan dengan fitrah manusia.
Sumber ajaran Islam dirumuskan dengan jelas oleh Rasulullah SAW, yakni
terdiri dari tiga sumber, yaitu kitabullah (Alquran), as- sunnah (hadist), dan
ra’yu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad. Ketiga
sumber ajaran ini merupakan satu rangkaian kesatuan dengan urutan yang tidak
boleh dibalik. Sumber-sumber ajaran Islam ini dapat dibedakan menjadi dua macam
yaitu sumber ajaran Islam yang primer (Al Qur’an & Al Hadist) dan sumber
ajaran islam sekunder (Ijtihad).
D.
Peran Agama Dalam Kehidupan Sehari-hari
Agama mempunyai peraturan
yang mutlak berlaku bagi segenap manusia dan bangsa, dalam semua tempat dan
waktu, yang dibuat oleh sang pencipta alam semesta sehingga peraturan yang
dibuat-Nya betul-betul adil. Secara terperinci agama memiliki peranan yang bisa
dilihat dari: aspek keagamaan (religius), kejiwaan (psikologis), kemasyarakatan
(sosiologis), hakikat kemanusiaan (human nature), asal usulnya (antropologis)
dan moral (ethics).
Namun apabila agama dipahami
sebatas apa yang tertulis dalam teks kitab suci, maka yang muncul adalah
pandangan keagamaan yang literalis, yang menolak sikap kritis terhadap teks dan
interpretasinya serta menegasikan perkembangan historis dan sosiologis.
Sebaliknya, jika bahasa agama dipahami bukan sekedar sebagai explanative and
descriptive language, tetapi juga syarat dengan performatif dan expresif
language, maka agama akan disikapi secara dinamis dan kontekstual sesuai dengan
persoalan dan kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia yang terus berkembang.
Setiap agama memiliki watak transformatif, berusaha menanamkan nilai baru dan
mengganti nilai-nilai agama lama yang bertentangan dengan ajaran agama.
Dari aspek religius, agama
menyadarkan manusia, siapa penciptanya. Faktor keimanan juga mempengaruhi
karena iman adalah dasar agama. Secara antropologis, agama memberitahukan
kepada manusia tentang siapa, dari mana, dan mau ke mana manusia. Dari segi
sosiologis, agama berusaha mengubah berbagai bentuk kegelapan, kebodohan,
kemiskinan dan keterbelakangan. Agama juga menghubungkan masalah ritual ibadah
dengan masalah sosial. Secara psikologis, agama bisa menenteramkan,
menenangkan, dan membahagiakan kehidupan jiwa seseorang. Dan secara moral,
agama menunjukkan tata nilai dan norma yang baik dan buruk, dan mendorong
manusia berperilaku baik (akhlaq mahmudah).
Fungsi agama juga sebagai
pencapai tujuan luhur manusia di dunia ini, yaitu cita-cita manusia untuk
mendapatkan kesejahteraan lahir dan batin. Dalam Al-Quran surat Thoha ayat
117-119 disebutkan:
”Maka kami berkata: “Hai Adam, Sesungguhnya ini
(iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, Maka sekali-kali janganlah sampai
ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.
Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang.
Dan Sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa
panas matahari di dalamnya”.
Pada ranah yang lebih umum
fungsi agama dalam kehidupan masyarakat adalah sebagai penguat solidaritas
masyarakat. Seperti yang diungkapkan Emile Durkheim sebagai sosiolog besar,
bahwa sarana-sarana keagamaan adalah lambang-lambang masyarakat, kesakralan
bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara
keseluruhan bagi setiap anggotanya, dan fungsinya adalah mempertahankan dan
memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban sosial.
Dari segi pragmatisme,
seseorang menganut suatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi
kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi
dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa
yang diuraikan di bawah ini:
1. Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya
manusia.
Agama dikatakan memberi
pandangan dunia kepada manusia karena ia senantiasa memberi penerangan kepada
dunia (secara keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia.
Penerangan dalam masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia,
melainkan sedikit penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam
menerangkan kepada umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah dan setiap manusia
harus menaati Allah.
2. Menjawab berbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab
oleh manusia.
Sebagian pertanyaan yang
senantiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang tidak terjawab oleh
akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan setelah mati, tujuan
hidup, soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia,
pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya. Maka,
agama itulah fungsinya untuk menjawab soalan-soalan ini.
3. Memainkan fungsi peranan sosial.
Agama merupakan satu faktor
dalam pembentukan kelompok manusia. Ini adalah karena sistem agama menimbulkan
keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan tingkah laku, pandangan
dunia dan nilai yang sama.
4. Memberi rasa emitraan kepada sesuatu kelompok manusia.
Kebanyakan agama di dunia
ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah
menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini
dikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial.
BAB III
KESIMPULAN
Secara etimologis kata agama berasal dari bahasa
sanskerta. Kata ini tersusun dari kata A dan Gama. A yang berarti tidak dan sedangkan Gama berarti
berjalan atau berubah. Jadi agama berarti tidak berubah. Sedangkan secara istilah
pengertian agama, tidak ada pengertian agama itu yang benar benar memuaskan,
oleh karena keragama agama itu sendiri.
Agama yang ada
di dunia ada dua jenis yaitu:
1.
Agama Samawi
Adalah agama yang turun dari langit seperti majusi, yahudi, nasrani dam
islam
2.
Agama Ardhi
Adalah agama yang diciptakan oleh manusia seperti budha, hindu, konghuchu
Sumber
ajaran Islam dirumuskan dengan jelas oleh Rasulullah SAW, yakni terdiri dari
tiga sumber, yaitu kitabullah (Alquran), as- sunnah (hadist), dan ra’yu atau
akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad. Ketiga sumber
ajaran ini merupakan satu rangkaian kesatuan dengan urutan yang tidak boleh
dibalik.
Sumber
ajaran Islam dirumuskan dengan jelas oleh Rasulullah SAW, yakni terdiri dari
tiga sumber, yaitu kitabullah (Alquran), as- sunnah (hadist), dan ra’yu atau
akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad. Ketiga sumber
ajaran ini merupakan satu rangkaian kesatuan dengan urutan yang tidak boleh
dibalik.
a.
Memberi
pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia.
b.
Menjawab
berbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.
c.
Memainkan fungsi
peranan sosial.
d.
Memberi rasa
emitraan kepada sesuatu kelompok manusia.
Kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran
agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan
oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial.





0 komentar:
Posting Komentar