BAB
I
SEKILAS MENGENAI SISTEM KOMPUTER
Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai
perantara antara pemakai komputer dan perankat keras komputer.
Skema Dasar Sistem
Komputer
Empat
komponen pokok di system komputer adalah :
1. Pemroses
Berfungsi untuk melakukan pengolahan
data pengendalian system komputer.
Operasi di
pemroses dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu : operasi aritmatika, operasi
logika, dan operasi pengendalian.
Pemroses
terdiri dari tiga komponen, yaitu : CU ( Control Unit ), ALU ( Aritmetic Logic
Unit ), dan Register.
2. Memori utama
Berfungsi untuk menyimpan data dan
program.
3. Perangkat masukan dan keluaran
Berfungsi untuk memmindahkan data
antara komputet dan lingkungan eksternal.
4. Interkoneksi antar komponen
Interkoneksi antar komponen adalah
struktur dan mekanisme untuk menghubungkan ketiga komponen ( pemroses, memori
utama, dan perangkat masukan/keluaran ).
BAB II
SEKILAS MENGENAI SISTEM OPERASI
Sistem operasi adalah sekumpulan rutin perangkat rutin lunak
yang berada diantara program aplikasi dan perangkat keras. Semua perangkat
lunak berjalan di bawah kendali sistem operasi, mengakses perangkat keras lewat
sistem operasi, dan mengikuti aturan-aturan yang dilaksanakan oleh sistem
operasi.
Tujuan Mempelajari Sistem Operasi
Tujuan
yang dapat dicapai dalam mempelajari sistem operasi, yaitu:
·
Tujuan tertinggi adalah agar dapat merancang sendiri atau
memodifikasi sistem operasi yang telah ada sesuai kebutuhan khusus kita.
·
Agar dapat menilai sistem operasi dan memilih alternatif
sistem operasi sesuai tujuan sistem berbasis komputer yang hendak dibangun.
Fungsi dan Sasaran Sistem Operasi
Sistem
operasi mempunyai dua tugas utama, yaitu:
1. Pengelola seluruh sumber daya sistem
komputer (sebagai resources manager).
2. Sistem operasi sebagai penyedia
layanan (sebagai extended/virtual machine).
Sumber Daya Sisem Komputer
Sumber daya sistem komputer adalah semua komponen di sistem
komputer yang dapat memberi manfaat.Sumber daya ini terdiri dari :
a. Sumber daya fisik
b. Sumber daya abstrak
Fungsi-Fungsi Minor Sistem Operasi
Fungsi-fungsi
minor sistem operasi antara lain:
·
Menginplementasi antarmuka unteuk pemakai
·
Memungkinkan pemakaian bersama
perangkat keras di antara banayak pemakai
Subsistem-subsistem Sistem Operari
Untuk
memenuhi semua fungsi, sistem operasi mempunyai sistem antara lain:
·
Menejemen proses
·
Menejemen memori
Arsitektur Sistem Operasi
Arsitektur
perangkat lunak merupakan struktur-stuktur yang menjadi landasan untuk
menentukan keberadaan komponen-komponen perangkat lunak.
Asitektur
sistem operasi yang terkenal antara lain:
a. Sistem monolitik
b. Sistem berlapis
Sistem monolitik
Sistem
operasi sebagai kumpulan prosedur bahwa prosedur-prosedur didalamnya dapat
saling memanggil apabila perlu.
Sistem Berlapis
Sistem
operasi dibentuk secara hiraki berdasarkan lapisan-lapisan, dalam hal ini
lapisan-lapisan bawah memberi layanan untuk lapisan lebih atas.
Sistem denngan Mesin Maya
Awalnya
struktur ini membuat seolah-olah semua pemakai mempunyai seluruh
komputer sendirian.
Sistem dengan Client-Server
Sistem
operasi merupakan kumpulan perses, dalam hal ini proses-proses dikategorikan
menjadi server dan client. Server dan client berinteraksi, saling
melayani yaitu:
·
Server adalah proses yang menyediakan layana
·
Client adalah proses yang memerlukan/meminta layanan
BAB III
PROSES
Istilah lain untuk proses adalah task. Proses atau task
adalah entitas dinamis (benda/apa saja yang memepunyai eksisitensi yang riil
dan selalu berubah) secara ‘fisik’ proses
berisi instruksi dan data, program counter, semua nilai rugister
pemroses, serta stack yang berisi data dan bersifat sementara (temporer) sperti
data parameter-parameter rutin, alamat kirim dan varibel-variabel local.
Multiprogrammming (multitasking)
Multiprogramming
(multitasking) adalah manajemen banyak proses di satu pemroses.
Multiprocessing
Multiprocessing
adalah manajemen banyak proses di komputer multiprocessor (banyak pemoreses di
dalamnya).
Distributed Processing
Distributed
processing adalah manajemen banyak proses yang dieksekusi di banyak sistem
komputer yang tersebar (terdistribusi) di satu jaringan.
Informasi Status Pemroses
Informasi
status pemroses berisi informasi-informasi yang esensinya merupakan nilai atau isi dari register-register pemroses.
Informasi Kendali Proses
Informasi
kendali proses adalah informasi-informasi lain yang diperlukan sistem
operasi untuk mengendalikan dan koordinasi beragam proses aktif.
Implementasi Proses
Masing-masing
proses di sistem mempunyai state yang perlu di perhatikan sistem operasi.
Tabel Informasi Manajemen Memori
Tabel
informasi manajemen memori untuk menjaga keutuhan memori utama dan memori
sekunder.
Tabel Informasi Manajemen Masukan/Keluaran
Tabel
ini untuk mengelola perangkat masukan/ kluaran. Pada satu saat, perangkat
masukan/keluaran digunakn proses tertentu.
Tabel Informatika Sistem File
Tabel
ini berisi informasi mengenai file, lokasi pada memori sekunder, status
pada saat itu dan menyimpan atribut-atribut file lainnya.
Tabel Proses
Tabel
proses mengelola informasi proses di sistem operasi, lokasinya di memori.
Pengalihan Proses
Penyebab terjadinya alih proses adalah : interupsi
sistem, trap, dan supervisor call.
BAB IV
PENJADWALAN PROSES
Deskripsi Penjadwalan Proses
Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan
mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan
sistem komputer.
Tipe-tipe Penjadwalan Proses
1. Penjadwalan
jangka pendek ( short-time scheduller )
Bertugas
menjadwalkan alokasi pemroses diantara proses-proses ready di memori utama.
2. Penjadwalan
jangka menengah ( medium-time scheduller )
Bertugas
menangani proses-proses swapping.
3. Penjadwalan
jangka panjang (long-time scheduller )
Bekerja terhadap antrian batch dan
memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi sistem.
Strategi Penjadwalan
Terdapat dua strategi penjadwalan,
yaitu :
1. Penjadwalan nonpreemptive (
run-to-completion )
Begitu proses
diberi jatah layanan pemroses maka pemroses tidak dapat diambil alih oleh
proses lain sampai proses itu selesai.
2. Penjadwalan
preemptive
Begitu proses
diberi jatah layanan pemroses maka pemroses dapat diambil alih oleh proses lain
yang mempunyai prioritas lebih tinggiberdasarkan kriteria sistem itu.
BAB V
KONGKURENSI
Deskripsi Kongkurensi
Kongkurensi merupakan landasan umum
perancangan sistem operasi. Proses-proses disebut kongkurensi jika
proses-proses ( lebih dari satu proses ) ada pada saat yang sama.
Prinsip-prinsip Kongkurensi
Lingkup kongkurensi meliputi hal-hal
berikut :
a.
Alokasi layanan pemroses untuk proses-proses
b.
Pemakaian bersama dan persaingan untuk mendapatkan sumber
daya
c.
Komunikasi pemroses
d.
Sinkronisasi aktivitas banyak proses
Kongkurensi dapat muncul pada empat
konteks berbeda, yaitu :
a.
Untuk banyak aplikasi
b.
Untuk strukturisasi dari aplikasi
c.
Untuk strukturisasi dari satu proses
d.
Untuk strukturisasi sistem operasi
Kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan kongkurensi
Beberapa kesulitan dapat muncul diantaranya :
1. Pemakaian
bersama sumber daya global
2. Pengelolaan
alokasi sumber daya agar optimal
3. Pencarian
kesalahan pemrograman
Beberapa masalah yang muncul pada kongkurensi
antara lain :
1. Mutual
exclusion
2. Deadlock
3. Starvation
Penyelesaian Masalah Kongkurensi
Pada dasarnya penyelesaian masalah kongkurensi terbagi
menjadi dua, yaitu :
1. Mengasumsikan
adanya memori yang digunakan bersama.
2. Tidak
mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama.
Adanya memori bersama lebih mempermudah
dalam penyelesaian masalah kongkurensi. Metode penyelesaian ini dapat dipakai
untuk sistem singleprocessor ataupun multiprocessor yang mempunyai memori
bersama.
BAB VI
MUTUAL
EXCLUSION
Deskripsi
Mutual Exclusion
Mutual exclusion adalah persoalan untuk
menjamin hanya satu proses yang mengakses sumber daya pada suatu interval waktu
tertentu.
Metode-metode
Penjaminan Mutual Exclusion
1. Metode naif
·
Metode variabel lock sederhana
2. Metode untuk situasi tertentu
·
Metode bergantian secara ketat
3. Metode
menggunaka busy waiting
·
Metode penyelesaian dekker
4. Metode
penyelesaian level tinggi
·
Metode semaphore
BAB VII
DEADLOCK
Deadlock terjadi ketika proses-proses
mengakses sumber daya secara ekslusif. Semua deadlock yang terjadi melibatkan
persaingan untuk memperolah sumber daya ekslusif oleh dua proses atau lebih.
Metode-metode Mengatasi Deadlock
1. Metode
pencegahan terjadinya deadlock ( deadlock prevention )
Metode ini
berkaitan dengan terjadinya pengkodisian sistem sehingga menghilangkan
kemunkinan terjadinya deadlock.
2. Metode pnghindaran terjadinya deadlock
( deadlock avoidance )
Tujuan metode
ini adalah menhindarkan kondisi-kondisi yang paling mungkin menimbulkan
deadlock agar memperoleh utilisasi sumber daya yang lebih baik.
3. Metode deteksi dan pemulihan dari
deadlock ( deadlock detection and recovery )
Tujuan metode ini adalah memeriksa
apakah telah terjadi deadlock dan menentukan proses-proses dan sumber
daya-sumber daya yang terlibat deadlock secara presisi.
Pencegahan Deadlock
1.
Meniadakan mutual exclusion
2.
Meniadakan syarat hold dan wait
3.
Meniadakan non-preemption
4.
Meniadakan menunggu sikular
Penghindaran Deadlock
Gagasan dasar penghindaran deadlock
adalah hanya memberi akses ke permintaan sumber daya yang tidak mungkin
menimbulka deadlock.
Untuk penghindaran deadlock diperlukan
pengertian mengenai state selamat ( safe state ) dan state tak selamat ( unsafe
state ).
State Selamat ( safe state )
Dinyatkan state selamat jika tidak
deadlock dan terdapat cara untuk memenuhi semua permintaan yang ditunda tanpa
menghasilkan deadlock.
State Tak Selamat ( unsafe state )
Dinyatakan state tak selamat jika tidak
terdapat cara untuk memenuhi semua permintaan yang ditunda dengan menjalankan
proses-proses dengan satu urutan.
Deteksi Adanya Deadlock
Deteksi deadlock adalah teknik untuk
menentukan apakah deadlock terjadi serta mengidentifikasi proses-proses dan sumber daya-sumber
daya yang terlibat deadlock.
Pemulihan Dari Dedlock
Ketika sistem terdapat deadlock,
deadlock harus diputuskan dengan menghilangkan satu syarat perlu atau lebih.
Pemulihan dari deadlockdirumitkan oleh faktor-faktor berikut :
·
Belum tentu dapat menentukan adanya deadlock secepatnya.
·
Pemulihan memerlukan sejumlah kerja yang berarti.
Strategi Penanggulangan Deadlock
Terpadu
Silberschazt [SIL-94] menyarankan satu
pendekatan terpadu, yaitu :
1. Kelompokkan
sumber daya-sumber daya menjadi sejumlah kelas sumber daya.
2. Gunakan
strategi pengurutan linear.
BAB VIII
MANAJEMEN
MEMORI PEMARTISIAN STATIS
Manajemen Memori
·
Manajemen memori melekukan tugas penting dan kompleks
berkaitn dengan hal-hal berikut : Memori utama sebagai sumber daya yang harus dialokasikan
dan dipakai bersama di antara sejumlah proses yang aktif.
·
Mengupayakan agar proses tidak dibatasi kapasitas memori
fisik di sistem komputer.
Fungsi Manajemen Memori
1.
Mengelola informasi mengenai memori yang dipakai dan
tidak dipakai sistem.
2.
Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.
3.
Mendealokasikan memori dari proses telah selesai
menggunakan.
4.
Mengelola swapping antara memori utama dan harddisk.
Manajemen Memori Berdasarkan Keberadaan
Swapping
Manajemen memori tanpa swapping terbagi
menjadi dua, yaitu :
·
Manajemen tanpa swapping
Manajemen memori tanpa kemampuan
memindahkan citra proses antara memori utama dan harddisk selama eksekusi.
·
Manajemen tanpa swapping
Manajemen memori dengan kemampuan
memindahkn citra proses antara memori utama dan harddisk selama eksekusi.
Manajemen Memori Berdasarkan Alokasi
Memori
Manajemen memoriberdasarkan alokasi
memori terbagi menjadi dua, yaitu :
·
Alokasi memori berurutan ( kontigu )
Adalah masing-masing proses menempati
satu blok tunggal lokasi memori yang berurutan.
·
Alokasi memori tidak berurutan ( non-kontigu )
Teknik ini biasa digunakan pada sistem
memori maya sebagai alokasi page-page dilakukan secara global.
Manajemen Memori Tanpa Swapping
Manajemen
memori tanpa swapping terdiri dari :
1. Manajemen
memori untuk monoprograming
2. Manajemen
memori untuk multiprograming dengan pemartisian statis
BAB IX
MANAJEMEN
MEMORI PEMARTISIAN DINAMIS
Multiprograming Dengan Swapping
Pemindahan
proses dari memoori utama ke disk dan sebaliknya disebur swapping. Dengan
swapping, multiprograming sistem time sharing dapat ditingkatkan kinerjanya
yaitu dengan memindah proses-proses blocked ke disk dan hanya memasukkan
proes-proses ready ke memory utama.
Multiprograming Dengan Pemartisian
Dinamis
Dengan pemartisian dinamis maka jumlah, lokasi dan ukuran proses di memori
dapat beragam sepanjang waktu secara dinamis.
Pencatatan Pemakaian Memori
Terdapat tiga cara utam utama pencatatan pemakaian memori, yaitu :
1. Pencatatan
memakai peta bit ( bit map )
2. Pencatatan memakai senarai berkait
3. Pencatatan
memakai sistem buddy
Strategi Alokasi Memori
Alokasi harus
mencari sekumpulan blok memori yang ukurannya mencukupi untuk memuat proses
yaitu lubang kosong yang sama atau lebih besar dibanding ukuran memori yang
diperlukan proses.
Sistem Buddy
Sistem buddy adalah algoritma pengelolaan memori yang memanfaatkan kelebihan
penggunaan bilangan biner untuk pengalamatan memori.
Alokasi Ruang Swap Pada Disk
Terdapat dua strategi utam penempatan proses yang dikeluarkan dari memori utama
( swap out ) ke disk, yaitu :
·
Ruang disk tempat swap dialokasikan begitu diperlukan Ketika
proses harus dikelurkan dari memori utama, ruang disk segera dialokasikan
sesuai ukuran proses.
·
Ruang disk tempat swap dialokasikan lebih dulu
Ketika proses
harus dikeluarkan dari memori utama, proses selalu ditematkan ke ruang yang
telah dialokasikan, bukan ke tempat-tempat berbeda setiap setiap kali terjadi
swap out.
BAB X
SISTEM PAGING
Konsep Overlay
Program dipecah
menjadi bagian-bagian yang dapat memori, disebut overlay. Pertukaran overlay
masuk dan keluar memori dilakukan sistem operasi. Pembagian program menjadi
overlay-overlay dilakukan pemrogram.
Konsep Memori Maya
Memori maya
adalah kemampuan mengalamati ruang memori melebihi memori utama yang tersedia.
Deskripsi Sistem Paging
Sistem paging
mengimplementasikan ruang alamat besar pada memori kecil menggunakan index
register, base register, dan lain-lain.
Alamat Maya
Alamat maya adalah alamat yang dihasilakan perhitungan menggunakan index register,
base register, dan sebagainya.
Alamat Nyata
Alamat nyata
adalah alamat utama di memori fisik.
Page
Page adalah
unit terkecil virtual address space.
Page Frame
Page frame
adalah unit terkecil memori fisik.
Page Fault
Page fault adalah exception untuk permintaan alokasi page ke memori.
Memori Asosiatif
Memori asosiatif berisi sejumlah elemen tabel ( 8 sampai 32 elemen ). Tiap
elemen berisi informasi-informasi mengenai page.
Masalah-masalah Utama Pada Sistem
Paging
1. Working set
model
·
Prinsip lokalitas
Prinsip lokalitas adalah proses-proses
cenderung mengacu penyimpan secara tak seragam.
2.
Kebijaksnaan penggantian lokal vs global
3.
Frekuensi page fault
4.
Ukuran page
BAB XI
SEGMENTASI DAN
KOMBINASI PAGING-SEGMENTASI
Deskripsi
Segmentasi
Segmen adalah
entitas logis, segman dapat berisi :
1. Prosedur
2. Array
3. Stack
4. Atau kumpulan
variabel skalar
Segmen biasanya
bukan campuran tipe-tipe berbeda.
Teknik
Kombinasi
Pada kombinasi paging dan segmentasi, ruang alamat pemakai dibagi menjadi
sejumlah segmen sesuai kehendak pemrogram. Tiap segmen dibagi menjadi sejumlah
page berukuran tetap, berukuran sama dengan page frame memori utama.
BAB XII
MANAJEMEN
PERANGKAT MASUKAN/KELUARAN
Manajemen perangkat masukan/keluaran mempunyai beragam fungsi, diantaranya :
1. Mengirim
perintah ke perangkat masukan/keluaran agar menyediakan layanan
2. Menangani interupsi perangkat/keluaran
3. Menangani
kesalahan pada perangkat masukan/keluaran
4. Menyediakan
interface ke pemakai
Perangkat
Masukan/Keluaran Berdasarkan Sifat Aliran Data
Perangkat
masukan/keluaran berdasarkan sifat aliran data terbagi menjadi dua, yaitu :
· Perangkat
berorientasi blok ( block-oriented devices )
Menyimpan informasi
dan menukarkan ( menerima/mengirim ) informasi sebagai blok-blok berukuran
tetap.
· Perangkat
berorientasi aliran karakter ( character stream-oriented devices )
Adalah
perangkat yang mengantarkan atau menerima aliran karakter tanpa peduli
membentuk suatu struktur blok.
Perangkat
Masukan/Keluaran Berdasarka Sasarn Komunikasi
1. Perangkat yang
terbaca oleh manusia
Perangkat yang cocok untuk
komunikasi dengan manusia.
2. Perangkat yang
terbaca oleh mesin
Perangkat yang cocok untuk
komunikasi dengan perangkat elektronik.
3. Untuk
komunikasi
Perangkat yang cocok untuk
komunikasi dengan perangkat jarak jauh.
Teknik
Pemrograman Perangkat Masukan/Keluaran
1. Masukan/keluaran
terprogram ( programmed I/O ) atau polling system
2. Masukan/keluaran
dikendalikan interupsi ( interrupt driven I/O )
3. Dengan DMA (
Direct Memory Access )
Prinsip
Manajemen Perangkat Masukan/Keluaran
· Efisiensi
Merupakan aspek
penting karena operasi masukan/keluaran sering merupakan operasi yang
menimbulkan bottleneck.
· Generalitas
Generalitas
disebut juga device-independence.
BAB XIII
MEKANISME
PERANGKAT LUNAK MASUKAN/KELUARAN
Disk
Disk diorganisasikan menjadi slinder-slinder dengantiap permukaan terdapat head
yang ditumpuk secara vertikal.
Penjadwalan
Disk
Terdapat dua tipe penjadwalan disk, yaitu :
· Penjadwalan
untuk optimasi seek
· Penjadwalan
untuk optimasi rotasi
Algoritma
Penjadwalan Disk
Beberapa algoritma penjadwalan disk, antara lain :
1. Algoritma First
Come, First Serve ( FCFS )
FCFS dapat
diterima ketika beban disk masih rendah.
2. Algoritma
shortest seek first ( SSF )
Algoritma ini
melayani permintaan seek terhadap track terdekat dari track head sedang berada
3. Algoritma
Elevator ( SCAN )
Head bergerak
searah sampai tidak ada permintaan ke arah itu, kemudian bebalik arah.
4. Dll.
Ram Disk
Ram disk adalah perangkat disk yang disimulasikan dengan memori akses acak (
RAM ). Ram disk berguna untuk aplikasi yang memerlukan kinerja disk yang
tinggi.
BAB XIV
SISTEM
MANAJEMEN FILE
File adalah koleksi
yang diberi nama dari informasi yang berhubungan yang direkamkan pada
penyimpanan sekunder. File mempunyai berikut :
1. Persistence
Dengan properti
ini, file dapat digunakan unttuk menjaga hasil-hasil yang diperoleh proses agar
dapatdigunakan masa datang.
2. Size
File umumnya
berukuran besar. Memungkinkan menyimpan informasi yang sangat besar disimpan.
3. Sharability
4. File
dapatdigunakan banyak prose mengakses informasi secara kongkuren.
Sasaran Sistem
Manajemen File
Grosshan [GRO-86] menyarankan sasaran sistem file sebagai berikut :
1. Memenuhi
kebutuhan manajemen data bagi pemakai
2. Menjamin data
pada file adalah sah ( valid )
3. Optimasi
kinerja
4. Dll
Fungsi
Manajemen File
Beberapa fungsi yang diharapkan dari pengelolaan file adalah :
1. Penciptaan,
modifikasi, dan penghapusan file
2. Mekanisme
pemakaian file secara bersama
3. Pada lingkungan
sensitif dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia
4. Dll
Arsitektur
Pengelolaan File
Pengelolaan
file, baiasanya terdiri dari :
1. Sistem akses
Berkaitan
dengan bagaimana cara data yang disimpan pada file diakses.
2. Manajemen file
Berkaitan
dengan penyediaan mekanisme operasi pada file.
3. Manajemen ruang
penyimpanan
Berkaitan
dengan alokasi ruang untuk file di perangkat penyimpanan.
4. Mekanisme
integritas file
Berkaitan dengan jaminan informasi pada file tidak
terkorupsi.
Sistem File
Konsep
terpenting pengelolaan file di sistem operasi adalah :
·
File
Abstraksi
penyimpanan dan pengambilan informasi di disk.
·
Direktori
Berisi informasi
mengenai file.
Shared File
Shared file
adalah adalah file yangtidak hanya diacu oleh satu direktori ( pemakai ) tapi
juga oleh direkori-direktori ( pemakai ) lain.
BAB XV
IMPLEMENTASI
SISTEM MANAJEMEN FILE
Penyimpan File
·
Blocking
Blok berisi
sekumpulan byte berukuran tetap yang dipindah dari tempat penyimpanan ke memori
untuk diolahdan sebaliknya.
·
Lokalitas
Blok berikutnya
dapat dicapai dengan waktu singkat jika blok berdekatan dengan blok sebelumnya.
Kedektan ini disebut lokalitas.
Implementasi
Sistem File
Sistem file
meliputi :
1. Alokasi sistem
file
2. Pencatatan
ruang file
3. Shared file
4. Keandalan
sistem file
5. Kinerja sistem
file
Implementasi
Direktori
Informasi di
isian direktori bergantung sistem pencatatan blok-blok yang yang digunakan.
Informasi ini dapat berupa :
·
Alamat disk dari seluruh file
·
Nomor blok pertama
·
Nomor i-node
Pencatatan
Ruang Disk yang Bebas
Penyimpanan
file dapat dilakukan dengan :
·
Berurutan
Cara ini
mempunyai masalah apabila file berkembang dan ruang berikutnya telah ditempati
file lain.
·
Fixed block
Perkembangan
file dapat menentukan ukuran blok merupakan hal yang sulit.
Pengaksesan
Pada Shared File
Hak-hak akses sangat beragam. Berikut adalah daftar hak-hak pengaksesan ke
pemakai terhadap file :
1. None
Pemakai tidak
mengetahui keberadaan file. Batasan ini dilakukan dengan pemakai tidak
diizinkan membaca direktori
2. Knowledge
Pemakai dapat
mengetahui keberadaan file dan pemiliknya.
3. Execution
Pemakai dapat memuatkan
file dan mengeksekusi program tapi tidak dapat mengkopinya.
Rekor dan
Blocking
Pada sistem akses maka rekord adalah unit terkecil penyimpanan data di level
logis atau file.
Blocking adalah penempatan rekor-rekor ke blok.
Fixed Blocking
Rekor berukuran
tetap. Blok berisi jumlah rekor yang tetap.
Variable Length
Spanned Blocking
Rekor dapat
berukuran bervariasi ditempatkan memenuhi blok dan dapat dipecah untuk
menempati blok-blok berbeda.
Variable Length
Unspanned Blocking
Rekor-rekor
wlaupun bervariabel panjangnya namun harus secara utuh ditempatkan pada satu
blok.
BAB XVI
KEAMANAN SISTEM
Keamanan
Keamana sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya tidak digunakan atau
dimodifikasi orang tak diotorisasi. Keamanan dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Keamanan
eksternal ( external security )
Keamanan
eksternal berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup dan
bencana.
2. Keamanan
interface pemakai ( user interface security )
Keamanan
interface pemakai berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum pemakai
diizinkan mengakses program dan data yang disimpan.
3. Keamanan
internal ( internal security )
Keamanan
internal berkaitan dengan pengamanan beragam kendali yang dibangun pada
perangkat keras dan sistem operasi
Masalah-masalah
Keamanan
Pada keamanan, dua masalah penting, yaitu :
·
Kehilangan data ( loss data )
·
Penyusup ( intruder )
Kehilangan data
dapat disebabkan antara lain :
1. Bencana
·
Kebakaran
·
Banjir
·
Gempa
·
Dll
2. Kesalahan
perangkat keras dan perangkat lunak
·
Ketidak berfungsian pemroses
·
Disk atau tape yang tak terbaca
·
Kesalahan telekomunikasi
·
Dll
Ancaman-ancaman
Keamanan
Tipe-tipe
ancaman terhadap keamanan sistem komputer dapat dimodelkan dengan memandang
fungsi sistem komputer sebagai penyedia informasi. Ancaman terhadap sistem
komputer dikategorikan menjadi empat, yaitu :
1. Interupsi
Interupsi
merupakan ancaman terhadap ketersediaan.
2. Intersepsi
Intersepsi
merupakan ancaman terhadap kerahasiaan.
3. Modifikasi
Modifikasi
merupakan ancaman terhadap integritas.
4. Fabrikasi
Fabrikasi
merupakan ancaman terhadap integritas.
Otentifikasi
Pemakai
Sebagian besar
proteksi didasarkan asumsi sistem mengetahui identitas pemakai. Masalah
identifikasi pemakai ketika login disebut identifikasi pemakai.
Password
Pemakai memilih satu kata kode, mengingatnya dan mengetikkan di layar saat akan
mengakses sistem komputer.
Upaya untuk lebih mengamankan proteksi password, antar lain :
1. Salting
Menambahkan
string pendek ke string untuk password yang diberikan pemakai shingga mencapai
panjang password tertentu.
2. One-time
password
Pemakai harus
menggati password secara teratur. Upaya ini untuk membatasi peluang password
telah diketahui atu dicoba-coba pemakai lain.
3. Satu daftar
panjang pertanyaan dan jawaban
Variasi
terhadap password adalah mengharuskan pemakai memberi satu daftar pertanyaan
dan jawaban.
Program-program
Jahat
Ancaman-ancaman
canggih terhadap sistem komputer adalah program yang mengeksploitasi kelemahan
sistem komputer.
Bacteria
Bacteria adalah program yang mengkonsumsi sumber daya sistem komputer dengan
mereplikasi dirinya sendiri.
Logic
Bomb
Logic bomb adalah logis yang ditempelkan pada program komputer agar memeriksa
suatu kumpulan kondisi di sistem.
Trapdoor
Trapdoor adalah titik masuk rahasia yang tidak terdokumentasi di satu program
untuk memberikan akses tanpa metode otentifikasi normal.
Trojan Horse
Trojan horse adalah rutin tak terdokumentasi rahasia yang ditempelkan dalam
satu program berguna.
Virus
Virus adalah
kode yang ditempelkan dalam satu program yang menyebabkan pengopian dirinya
disisipkan ke sat program lain atau lebih.
Worm
Worm adalah program yang dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopian-kopian
dari komputer ke komputer lewat hubungan jaringan.
Siklus Hidup
Virus
Virus mengalami
siklus hidup empat fase ( tahap ), yaitu :
1. Fase tidur (
dormant phase ) virus dalam keadaan menganggur.
2. Fase propagasi
( propagation phase ) virus menempatkan kopian dirinya ke program lain atau
derah tertentu di disk.
3. Fase pemicuan (
triggering phase ) virus diaktifkan untuk melakukan fungsi tertentu.
4. Fase eksekusi (
execution phase ) virus menjalankan fungsinya.
Antivirus
Solusi ideal
terhadap ancaman virus adalah pencegahan. Pncegahan dapat mereduksi sejumlah
serangan virus. Setelah pencegahan terhadap masuknya virus, maka pendekatan
berikutnya yang dapat dilakukan adalah :
1. Deteksi
Begitu infeksi
telah terjadi, tentukan apakah infeksi memang telah terjadi dan cari lokasi
virus.
2. Identifikasi
Begitu virus
terdeteksi maka identifikasi virus yang menginfeksi program.
3. Penghilangan
Begitu virus
dapat diidentifikasi maka hilangkan semua jejak virus dari program yang
terinfeksi dan program dikembalikan ke semula ( sebelum terinfeksi ).
BAB XVII
QUO VADIS?
Saat ini, sistem operasi dirancang sesuai ragam arsitektur dan aplikasi sistem
operasi. Ragam komputer sangat banyak diantaranya :
1. Workstation
untuk satu pemakai tunggal.
2. Sistem dipakai
bersama untuk segala menengah.
3. Mainframe untuk
sejumlah besar pemakai sekaligus.
4. Superkomputer
besar yang di dalamnya berpuluh, beratus, beribu, bahkan berjuta pemroses yang
mengakses satu sistem memori bersama.
5. Sistem jaringan
yang tersebar di berbagai lokasi dengan beraneka media pnghubung diantaranya :
·
Hubungan melalui satelit
·
Hubungan melalui fiber optik
6. Mesin-mesin
komputer paralel ampuh untuk tujuan khusus seperti :
·
Peramalan cuaca
·
Eksplorasi minyak
7. Dan sebagainya,
Ragam aplikasi sistem komputer telah sangat banyak. Sistem operasi dirancang
sesuai ragam aplikasi agar optimal, seperti :
1. Sistem operasi
untuk perkantoran
2. Sistem operasi
untuk multimedia
3. Sistem operasi
basis data
4. Dan sebagainya
Perkembangan perancangan sistem operasi mutakhir terpenting dapat diringkas
menjadi masalah-masalah berikut :
1. Migrasi proses
2. Keamanan
3. Sistem-sistem
tersebar
4. Dan sebagainya
Sistem operasi telah akan disediakan banyak produse-produsen dan
aplikasi-aplkasi beragam keperluan juga akan telah disediakan.
Sistem operasi modern telah canggih. Karakteristik sistem operasi modern adalah
berbasis tampilan grafis, memungkinkan multiprogramming, memberi aspek sistem
tersebar, memaanfaatkan sistem multiprosesor, memungkinkan banyak thread di
satu proses yang dieksekusi.





Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus