:::: MENU ::::
  • Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Ibrahimy

  • Budaya Rokat Madura

  • Pantai Somor Lamat Talango

  • Ainur Rahman AR

  • Pantai Lombang

Selasa, 28 Maret 2017

MAKALAH
“Konsep Membangun Ekonomi Perusahaan”




Dosen Pembimbing       : Ach. Lutfi M.KOM
Oleh  :
Ainor Rahman
Rasito Pratama


AKADEMI MENEJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER IBRAHIMY (AMIKI)
SUKOREJO SITUBONDO

2016-2017


KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT yang maha kuasa, karena berkah beliau penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini, tentu penulis juga berterima kasi kepada sahabat/teman kelompok saya yang telah banyak membantu dalam penulisan makalah ini. Tentu didalam makalah ini jauh sekali dari kata sempurna. Sebab keterbatasan pemahaman yang kami miliki, namun meski begitu tidak menyulut mundur langkah kami untuk maju. Harapan penulis makalah ini dapat bermanfaat dan dapat difungsikan sebagaimana fungsinya.
Demikian kata pengantar yang kami berikan, begitu banya terima kasih kami haturkan atas segala dukungannya dan kata maaf mengakhiri prakata kami, atas kerjasamanya kami sampaikan jazakumullahukhoiron.



Sukorejo, 10 Maret 2017 M

Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Setiap perusahaan selalu berusaha mewujudkan pengembangan dan kesuksesan perusahaan itu sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap perusahaan melakukan pembangunan ekonomi. Salah satu ukuran berhasilnya pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi. Hampir semua perusahaan diseluruh dunia, Indonesia khususnya pasti melaksanakan pembangunan ekonomi. Hal ini karena pembangunan ekonomi merupakan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan dan perkembangan perusahaan.
pada hakekatnya pengembangan ekonomi perusahaan adalah upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas keryawan sehingga tercipta suatu kemampuan yang handal dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarkat, serta kemampuan untuk mengelola sumber daya ekonomi perusahaan secara berdaya guna dan barhasil guna untuk kemajuan perekonomian perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Pembangunan ekonomi perusahaan dilaksanakan melalui pengaturan sumberdaya yang memberikan kesempatan bagi terwujudnya tata Pengkordinasiam yang baik.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut;
1.      Bagaimana Konsep Pembangunan Ekonomi Perusahaan?
2.      Apa saja Permasalahan dalam Pembangunan Ekonomi Perusahaan?
3.      Apa saja Strategi dalam Pembangunan Ekonomi Daerah?
C.    Tujuan Penulisan
Pembuatan makalah ini bertujuan agar kita mengetahui tentang:
1.      Pembangunan Ekonomi Perusahaan
2.      Permasalahan dalam Pembangunan Ekonomi Perusahaan
3.      Strategi dan Pembangunan Ekonomi Perusahaan
A.    Metode Penulisan
Di dalam penulisan makalah ini, metode yang akan digunakan penulis dalam penulisannya adalah sebagai berikut :
1.      Metode literature study, yaitu metode yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku yang berhubungan dengan materi pembahasan, kemudian mengkaji dan mengambil materi yang dibutuhkan.
2.      Metode deskriptif, yaitu metode yang bertujuan menjelaskan dan menggambarkan pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Ekonomi Perusahaan
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya peningkatan pemasukan dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu perusahaan dan pemerataan pendapatan bagi karyawan suatu perusahaan. Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan perusahaan. Suatu perusahaan dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di perusahaan tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Masalah pokok dalam pembangunan ekonomi perusahaan adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang berdasarkan pada kekhasan perusahaan yang bersangkutan (endogenous development) dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia, kelembagaan, dan sumberdaya fisik secara lokal (perusahaan). Orientasi ini mengarahkan kita kepada pengambilan inisiatif-inisiatif yang berasal dari perusahaan tersebut dalam proses pembangunan untuk menciptakan kesempatan peluang baru dan merangsang kegiatan ekonomi.
B.     Permasalahan Dalam Pembangunan Ekonomi Perusahaan
Untuk mencapai tujuan yang maksimal tentu tidak semudah yang kita pikirkan, banyak sekali permasalahan-permasalah yang harus kita hadapi dalam melaksanakan pembangunan ekonomi perusahaan, diantaranya sebagai berikut :
a.      Kurang Meratanya investasi
Harrod-Domar ada korelasi positif antara tingkat investasi dengan laju pertumbuhan ekonomi, sehingga dengan kurangnya investasi dengan laju pertumbuhan ekonomi, sehingga dengan kurangnya investasi di suatu daerah membuat pertumbuhan dan tingkat pendapatan perkapita masyarakat di daerah tersebut rendah. Hal ini dikarenakan tidak adanya kegiatan-kegiatan ekonomi yang produktif seperti industri manufaktur.
b.      Tingkat Mobilitas Faktor Produksi yang Rendah
Kurang lancarnya mobilitas faktor produksi seperti tenaga kerja dan kapitas antar perusahaan juga merupakan penyebab terjadinya ketimpangan ekonomi regional. Hal ini karena perbedaan laju pertumbuhan ekonomi antar perusahaan membuat terjadinya perbedaan tingkat pendapatan perkapita antar perusahaan, dengan asumsi bahwa mekanisme pasar output dan  input bebas (tanpa distorsi yang direkayasa, misalnya kebijakan pemerintah) memengaruhi mobilitas faktor produksi antar daerah.
c.       Perbedaan Demografis
Ketimpangan ekonomi perusahaan di Indonesia juga disebabkan oleh perbedaan kondisi geografis antar daerah. Kondisi ini berpengaruh terhadap jumlah dan pertumbuhan penduduk, tingkat kepadatan penduduk, pendidikan, kesehatan, kedisiplinan, dan etos kerja. Faktor-fator ini mempengaruhi tingkat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan dan penawaran.
Di sisi permintaan jumlah penduduk yang besar merupakan potensi besar bagi pertumbuhan pasar, yang berarti faktor pendorong bagi pertumbuhan kegiatan ekonomi. Dari sisi penawaran, jumlah penduduk yang besar dengan pendidikan dan kesehatan yang baik, disiplin dan etos kerrja yang tinggi merupakan aset penting bagi produksi.
d.      Kurang Lancarnya Kerjasama antar Perusahaan
Kurang lancarnya kerjasama antar perusahaan juga merupakan faktor yang turut menciptakan ketimpangan ekonomi regional di Perusahaan. Tidak lancarnya intra trade  disebabkan oleh keterbatasan transportasi dan komunikasi. Jadi, tidak lancarnya arus barang dan jasa antar perusahaan mempengaruhi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah dari sisi permintaan dan penawaran.[3]
C.    Paradigma baru dalam Pembangunan Ekonomi Perusahaan
Selain paradigma baru, paradigma pembangunan berkelanjutan juga dapat digunakan sebagai paradigma pembangunan ekonomi perusahaan. Pembangunan Berkelanjutan sebagai Paradigma Pembangunan merupakan kenyataan bahwa teori-teori ekonomi yang diajarkan selama ini telah banyak membantu dalam usaha meningkatkan kualitas perusahaan. Ilmu ekonomi dengan rangkaian teori-teori di dalamnya dipercaya dapat mengarahkan roda pembangunan secara umum, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sehingga dalam pelaksanaanya dimensi ekonomi selalu ditempatkan sebagai acuan pertimbangan yang dominan.
Paradigma ekonomi pun mulai bergeser, asumsi bahwa sumber daya alam dan lingkungan demikian berlimpah dan mudah tercipta kembali sudah tidak tepat lagi. Eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan secara maksimal untuk mengejar nilai produksi nasional yang tinggi sudah saatnya dikaji ulang dengan memperhatikan aspek lingkungan.
            Dengan adanya kekhawatiran yang muncul bersamaan dengan keberhasilan pembangunan yang tengah dicapai, kini banyak ahli ekonomi dan perencaaan pembangunan dimasa yang akan datang telah memasukkan aspek lingkungan kedalam kebijakan-kebijakan ekonomi yang di ambil. Pola pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dianggap “usang” dan kini berorientasi pada pembangunan yang berorientasi pada pola pembangunan yang mementingkan segi “sustainabilitas” (berkelanjutan).[7]
D.    Strategi Pengembangan Dunia Usaha (Bussines Development Strategi)
Pengembangan dunia usaha meruakan komponen penting dalam pembangunan ekonomi perusahaan, karena daya tarik, kreativitas atau daya tahan kegiatan dunia usaha merupakan cara terbaik untuk menciptakan perekonomian perekonomian yang sehat. Untuk mencapai tujuan pembangunan fisik tersebut diperlukan alat-alat pendukung, antara lain:
Ø  Penciptaan iklim usaha yang baik bagi dunia usaha, melalui pengaturan dan kebijakan yang memberikan kemudahan bagi dunia usaha.
Ø  Pembuatan sistem pemasaran bersama untuk menghindari skala yang tidak ekonomis dala produksi, dan meningkatkan daya saing terhadap produk impor, serta sikap kooperatif sesama pelaku bisnis.
Ø  Pembuatan lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang). Lembaga ini diperlukan untuk melakukan kajian tentang pengembangan produk baru, teknologi baru, dan pencarian pasar baru.
E.     Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia
Strategi pengembangan sumber daya manusia merupakan aspek paling penting dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi tanpa dibarengi dengan peningkatan kualitas dan keterampilan sumber daya manusia adalah suatu keniscayaaan. Pengembangan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan dengan cara:
Ø  Pelatihan dengan sistem customized training, yaitu sistem pelatihan yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan dan harapan siemberi kerja.
Ø  Pembuatan bank keahlian (skillbanks), sebagai bank informasi yang berisi data tentang keahlian dan latar belakang oarng yang menganggur di daerah.
Ø  Penciptaan iklim yang mendukung baik perkembangan lembaga-lembaga pendidikan dan keterampilan di darah.


BAB III
PENUTUP
Secara sederhana pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju suatu suatu system social dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak suatu bangsa. Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses pembangunan yang terjadi terus-menerus yang bersifat dinamis. Apapun yang dilakukan, hakikat dari sifat dan proses pembangunan itu mencerminkan adanya terobosan yang baru, jadi bukan merupakan gambaran ekonomi suatu saat saja. Pembangunan ekonomi berkaitan pula dengan pendapatan perkapita riil, di sini ada dua aspek penting yang saling berkaitan yaitu pendapatan total atau yang lebih banyak dikenal dengan pendapatan nasional dan jumlah penduduk. Pendapatan perkapita berarti pendapatan total dibagi dengan jumlah penduduk.
Pembangunan ekonomi perusahaan adalah suatu proses saat pimpinan perusahaan dan karyawan mengelola sumber daya yang ada dan selanjutnya membentuk suatu pola kemitraan antar perusahaan untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut.
Paradigma baru pembangunan ekonomi didasarkan kepada kemampuan perusahaan untuk mengembangkan pekerjaan (memberikan kesempatan kerja) yang sesuai dengan kondisi penduduk daerah. Untuk basis pembangunan tidak lagi berdasarkan sektor tetapi lebih pada pengembangan lembaga-lembaga ekonomi baru, dan pengalokasian aset-aset didasarkan pada keunggulan kompetitif yang didasarkan pada kualitas lingkungan. Di samping itu juga sumber daya pengetahuan dijadikan sebagai pembangkit pertumbuhan ekonomi perusahaan.

0 komentar:

Posting Komentar

A call-to-action text Contact us