MAKALAH
“Konsep Membangun Ekonomi Perusahaan”
Dosen Pembimbing : Ach. Lutfi M.KOM
Oleh :
Ainor
Rahman
Rasito
Pratama
AKADEMI MENEJEMEN INFORMATIKA DAN
KOMPUTER IBRAHIMY (AMIKI)
SUKOREJO SITUBONDO
2016-2017
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah,
puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT yang maha kuasa, karena berkah
beliau penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini, tentu penulis juga
berterima kasi kepada sahabat/teman kelompok saya yang telah banyak membantu
dalam penulisan makalah ini. Tentu didalam makalah ini jauh sekali dari kata
sempurna. Sebab keterbatasan pemahaman yang kami miliki, namun meski begitu
tidak menyulut mundur langkah kami untuk maju. Harapan penulis makalah ini
dapat bermanfaat dan dapat difungsikan sebagaimana fungsinya.
Demikian
kata pengantar yang kami berikan, begitu banya terima kasih kami haturkan atas
segala dukungannya dan kata maaf mengakhiri prakata kami, atas kerjasamanya
kami sampaikan jazakumullahukhoiron.
Sukorejo, 10 Maret 2017 M
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Setiap perusahaan selalu berusaha mewujudkan
pengembangan dan kesuksesan perusahaan itu sendiri. Untuk mencapai tujuan
tersebut, setiap perusahaan melakukan pembangunan ekonomi. Salah satu ukuran
berhasilnya pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi. Hampir semua
perusahaan diseluruh dunia, Indonesia khususnya pasti melaksanakan pembangunan
ekonomi. Hal ini karena pembangunan ekonomi merupakan upaya untuk mewujudkan
kesejahteraan dan perkembangan perusahaan.
pada hakekatnya pengembangan ekonomi
perusahaan adalah upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas keryawan
sehingga tercipta suatu kemampuan yang handal dan profesional dalam memberikan
pelayanan kepada masyarkat, serta kemampuan untuk mengelola sumber daya ekonomi
perusahaan secara berdaya guna dan barhasil guna untuk kemajuan perekonomian
perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Pembangunan ekonomi perusahaan
dilaksanakan melalui pengaturan sumberdaya yang memberikan kesempatan bagi
terwujudnya tata Pengkordinasiam yang baik.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya
adalah sebagai berikut;
1.
Bagaimana Konsep Pembangunan Ekonomi
Perusahaan?
2.
Apa saja Permasalahan dalam Pembangunan
Ekonomi Perusahaan?
3.
Apa saja Strategi dalam Pembangunan
Ekonomi Daerah?
C.
Tujuan
Penulisan
Pembuatan makalah ini bertujuan agar kita mengetahui
tentang:
1.
Pembangunan Ekonomi Perusahaan
2.
Permasalahan dalam Pembangunan Ekonomi
Perusahaan
3.
Strategi dan Pembangunan Ekonomi
Perusahaan
A.
Metode
Penulisan
Di dalam penulisan makalah ini, metode
yang akan digunakan penulis dalam penulisannya adalah sebagai berikut :
1. Metode literature study, yaitu metode yang
dilakukan dengan cara membaca buku-buku yang berhubungan dengan materi
pembahasan, kemudian mengkaji dan mengambil materi yang dibutuhkan.
2. Metode deskriptif, yaitu metode yang bertujuan
menjelaskan dan menggambarkan pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ekonomi Perusahaan
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses
kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan
adanya peningkatan pemasukan dan disertai dengan perubahan fundamental dalam
struktur ekonomi suatu perusahaan dan pemerataan pendapatan bagi karyawan suatu
perusahaan. Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi
mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar
proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi
adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan
dalam bentuk kenaikan pendapatan perusahaan. Suatu perusahaan dikatakan
mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di perusahaan
tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan
pembangunan ekonomi.
Masalah pokok dalam pembangunan ekonomi
perusahaan adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan
pembangunan yang berdasarkan pada kekhasan perusahaan yang bersangkutan
(endogenous development) dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia,
kelembagaan, dan sumberdaya fisik secara lokal (perusahaan). Orientasi ini
mengarahkan kita kepada pengambilan inisiatif-inisiatif yang berasal dari
perusahaan tersebut dalam proses pembangunan untuk menciptakan kesempatan
peluang baru dan merangsang kegiatan ekonomi.
B. Permasalahan Dalam Pembangunan
Ekonomi Perusahaan
Untuk mencapai tujuan yang maksimal
tentu tidak semudah yang kita pikirkan, banyak sekali permasalahan-permasalah
yang harus kita hadapi dalam melaksanakan pembangunan ekonomi perusahaan,
diantaranya sebagai berikut :
a.
Kurang
Meratanya investasi
Harrod-Domar ada
korelasi positif antara tingkat investasi dengan laju pertumbuhan ekonomi,
sehingga dengan kurangnya investasi dengan laju pertumbuhan ekonomi, sehingga
dengan kurangnya investasi di suatu daerah membuat pertumbuhan dan tingkat
pendapatan perkapita masyarakat di daerah tersebut rendah. Hal ini dikarenakan
tidak adanya kegiatan-kegiatan ekonomi yang produktif seperti industri
manufaktur.
b.
Tingkat
Mobilitas Faktor Produksi yang Rendah
Kurang lancarnya
mobilitas faktor produksi seperti tenaga kerja dan kapitas antar perusahaan
juga merupakan penyebab terjadinya ketimpangan ekonomi regional. Hal ini karena
perbedaan laju pertumbuhan ekonomi antar perusahaan membuat terjadinya
perbedaan tingkat pendapatan perkapita antar perusahaan, dengan asumsi bahwa
mekanisme pasar output dan input bebas
(tanpa distorsi yang direkayasa, misalnya kebijakan pemerintah) memengaruhi
mobilitas faktor produksi antar daerah.
c.
Perbedaan
Demografis
Ketimpangan ekonomi
perusahaan di Indonesia juga disebabkan oleh perbedaan kondisi geografis antar
daerah. Kondisi ini berpengaruh terhadap jumlah dan pertumbuhan penduduk,
tingkat kepadatan penduduk, pendidikan, kesehatan, kedisiplinan, dan etos
kerja. Faktor-fator ini mempengaruhi tingkat pembangunan dan pertumbuhan
ekonomi dari sisi permintaan dan penawaran.
Di sisi permintaan
jumlah penduduk yang besar merupakan potensi besar bagi pertumbuhan pasar, yang
berarti faktor pendorong bagi pertumbuhan kegiatan ekonomi. Dari sisi
penawaran, jumlah penduduk yang besar dengan pendidikan dan kesehatan yang
baik, disiplin dan etos kerrja yang tinggi merupakan aset penting bagi
produksi.
d.
Kurang
Lancarnya Kerjasama antar Perusahaan
Kurang lancarnya kerjasama
antar perusahaan juga merupakan faktor yang turut menciptakan ketimpangan
ekonomi regional di Perusahaan. Tidak lancarnya intra trade disebabkan oleh keterbatasan transportasi dan
komunikasi. Jadi, tidak lancarnya arus barang dan jasa antar perusahaan
mempengaruhi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah dari sisi
permintaan dan penawaran.[3]
C. Paradigma baru dalam Pembangunan
Ekonomi Perusahaan
Selain
paradigma baru, paradigma pembangunan berkelanjutan juga dapat digunakan
sebagai paradigma pembangunan ekonomi perusahaan. Pembangunan Berkelanjutan
sebagai Paradigma Pembangunan merupakan kenyataan bahwa teori-teori ekonomi
yang diajarkan selama ini telah banyak membantu dalam usaha meningkatkan
kualitas perusahaan. Ilmu ekonomi dengan rangkaian teori-teori di dalamnya
dipercaya dapat mengarahkan roda pembangunan secara umum, baik jangka pendek
maupun jangka panjang. Sehingga dalam pelaksanaanya dimensi ekonomi selalu
ditempatkan sebagai acuan pertimbangan yang dominan.
Paradigma
ekonomi pun mulai bergeser, asumsi bahwa sumber daya alam dan lingkungan
demikian berlimpah dan mudah tercipta kembali sudah tidak tepat lagi.
Eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan secara maksimal untuk mengejar
nilai produksi nasional yang tinggi sudah saatnya dikaji ulang dengan
memperhatikan aspek lingkungan.
Dengan adanya kekhawatiran yang
muncul bersamaan dengan keberhasilan pembangunan yang tengah dicapai, kini
banyak ahli ekonomi dan perencaaan pembangunan dimasa yang akan datang telah
memasukkan aspek lingkungan kedalam kebijakan-kebijakan ekonomi yang di ambil.
Pola pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dianggap “usang” dan
kini berorientasi pada pembangunan yang berorientasi pada pola pembangunan yang
mementingkan segi “sustainabilitas” (berkelanjutan).[7]
D. Strategi Pengembangan Dunia Usaha
(Bussines Development Strategi)
Pengembangan dunia usaha meruakan
komponen penting dalam pembangunan ekonomi perusahaan, karena daya tarik,
kreativitas atau daya tahan kegiatan dunia usaha merupakan cara terbaik untuk
menciptakan perekonomian perekonomian yang sehat. Untuk mencapai tujuan
pembangunan fisik tersebut diperlukan alat-alat pendukung, antara lain:
Ø Penciptaan
iklim usaha yang baik bagi dunia usaha, melalui pengaturan dan kebijakan yang
memberikan kemudahan bagi dunia usaha.
Ø Pembuatan
sistem pemasaran bersama untuk menghindari skala yang tidak ekonomis dala
produksi, dan meningkatkan daya saing terhadap produk impor, serta sikap
kooperatif sesama pelaku bisnis.
Ø Pembuatan
lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang). Lembaga ini diperlukan untuk
melakukan kajian tentang pengembangan produk baru, teknologi baru, dan pencarian
pasar baru.
E. Strategi Pengembangan Sumber Daya
Manusia
Strategi pengembangan sumber daya
manusia merupakan aspek paling penting dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh
karena itu, pembangunan ekonomi tanpa dibarengi dengan peningkatan kualitas dan
keterampilan sumber daya manusia adalah suatu keniscayaaan. Pengembangan
kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan dengan cara:
Ø Pelatihan
dengan sistem customized training, yaitu sistem pelatihan yang dirancang secara
khusus untuk memenuhi kebutuhan dan harapan siemberi kerja.
Ø Pembuatan
bank keahlian (skillbanks), sebagai bank informasi yang berisi data tentang
keahlian dan latar belakang oarng yang menganggur di daerah.
Ø Penciptaan
iklim yang mendukung baik perkembangan lembaga-lembaga pendidikan dan
keterampilan di darah.
BAB
III
PENUTUP
Secara sederhana pembangunan adalah
perubahan yang berguna menuju suatu suatu system social dan ekonomi yang
diputuskan sebagai kehendak suatu bangsa. Pembangunan ekonomi merupakan suatu
proses pembangunan yang terjadi terus-menerus yang bersifat dinamis. Apapun
yang dilakukan, hakikat dari sifat dan proses pembangunan itu mencerminkan
adanya terobosan yang baru, jadi bukan merupakan gambaran ekonomi suatu saat
saja. Pembangunan ekonomi berkaitan pula dengan pendapatan perkapita riil, di
sini ada dua aspek penting yang saling berkaitan yaitu pendapatan total atau
yang lebih banyak dikenal dengan pendapatan nasional dan jumlah penduduk.
Pendapatan perkapita berarti pendapatan total dibagi dengan jumlah penduduk.
Pembangunan ekonomi perusahaan adalah
suatu proses saat pimpinan perusahaan dan karyawan mengelola sumber daya yang
ada dan selanjutnya membentuk suatu pola kemitraan antar perusahaan untuk
menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan
ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut.
Paradigma baru pembangunan ekonomi
didasarkan kepada kemampuan perusahaan untuk mengembangkan pekerjaan
(memberikan kesempatan kerja) yang sesuai dengan kondisi penduduk daerah. Untuk
basis pembangunan tidak lagi berdasarkan sektor tetapi lebih pada pengembangan
lembaga-lembaga ekonomi baru, dan pengalokasian aset-aset didasarkan pada
keunggulan kompetitif yang didasarkan pada kualitas lingkungan. Di samping itu
juga sumber daya pengetahuan dijadikan sebagai pembangkit pertumbuhan ekonomi
perusahaan.






0 komentar:
Posting Komentar